Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Tuesday, October 29, 2013

Definisi Cerpen beserta Contoh Tugas Cerpen Bertema Keluarga

Kumpulan Cerpen Keluarga Terbaru
Definisi Cerpen beserta Contoh Tugas Cerpen Bertema Keluarga 
Definisi Cerpen beserta Contoh Tugas Cerpen Bertema Keluarga  - Cerpen atau Cerita Pendek dibawah ini saya dapatkan dari berbagai sumber, silahkan di simak.

Alkisah, di sebuah kota hdplah seorang anak kecil bernama Erika. Ia adalah anak tunggal, ia termasuk keluarga yang tidak terlalu kaya. Erika tinggal bersama orang tuanya. Sekarang Erika duduk di bangku SD kelas 5,



Erika: Ma, erika ingin punya adik ma...
Mama E: Ya nak, adopsi mau?
Erika: ADOPSI?! Kok adopsi sih ma? -_-
Mama E: ya sudah kalau tidak mau!
Erika: ya ya, tapi papa?
Mama E: nanti mama tanyakan
Erika: ya udah. Papa belum pulang ato di ruang kerjanya?
Mama E: Ruang kerja sayang,
Erika: oooo
Erika berjalan menuju ruang kerja milih papanya.
Di ruang kerja Erika meminta papanya untuk mengadopsi adik, nah itu pun saran mama. Erika ingin adik yang ini-itulah!

Hari ini, orang tua Erika akan mengadopsi anak panti asuhan. Tepatnya YATIM PIATU, orang tuaku memilih anak panti yang pintar,rajin,baik hati. sesudah itu, akhirnya anak yang terpilih adalah anak kelas 4. Namanya Febby.
Erika mencoba untuk bertegur sapa dengan adik tirinya itu.

Erika: Halo, :)
Febby: HAI JUGA!! *senang
Erika: ehehehhe
Febby: Namaku Febby, aku akan menjadi adik tiri ka...... maksudku kk!
Erika: gk usah bilang adik tiri, adik saja sudah cukup. Oh ya namaku Erika.
Febby: Nama yg bagus seperti orangnya
Erika: thanks.

sesudah hari itu, keesokan harinya Febby langsung di masukkan di sekolah Erika. Yah tentunya dia disuruh test dulu. Un-lucky banget. ia mendapat nilai yang SEMPURNA kata Kepsek. katanya ia jangan di sekolahkan di sekolah Erika ini. Febby harus di sekolahkan di sekolah terfavorit, krn pengajaran di sana bagus banget! Erika merasa iri dengan Febby, orang tua Erika juga sangat membangga2kan Febby lebih dari Erika.

beberapa hari kemudian,
Febby yg selalu dibangga2kan olh ortu Erika mjd sgt sombong!

Erika: Febby, hari ini tugasmu kan nyapu! Kemarin aku sudah, mama bilang kan kita ganti2an nyapu per hari!
Febby: Aduh diem bisa gk sih?! Eh, kak, aku tuh lagi sibuk! bisa ngeliat gk sih? PUNYA MATAkan?
Erika: Eh, mentang2 kamu dibanggakan sama ortu gue, lho jadi sok sibuk begitu?!
Febby: Liat neh !!
Erika: Sudh cepet nyapu, ato gk......
Febby: ato gk apa?
Erika: aku bilang mama!
Febby: Bilang aja! aku gk takut, org aku lho disini yg paling dibangga2kan drpd anak kandungnya. Hahaha kasian deh jadi org kyk kk kandung, mksdku tiri :P
Erika: ok fine, aku bilang ke papa. aku masih punya papa yg menyayangi ku,!
Febby yg mendengar itu langsung berdiri dari kursi empuknya,
Febby: kau berani bilang ke papa?
Erika: ya, aku berani! PROBLEM?
Febby: Berani bilang ke papa. Kau,.. mksdku kk, akan ku bilang kau ke mama!
Erika: bilang aja! Suatu hari, kau akan menyesali perbuatanmu, dan kau akan benar2 meminta maaf ke kk mu ini!!
Febby: tidak akan!

hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.
Sekarang Erika telah duduk di bangku SMA Kelas 1. adik tirinya, Febby SMP Kelas 3.
Sampai hari ini, tiap hari.. Erika selalu di marah2in mamanya, ia melaporkan itu kpd papanya, tapi apa yg dibilang papanya? hanya sekedar kata "Sabar aja, sudah sabar, mungkin ada maksud" itu aja kata2 dari papa. tapi its ok utk Erika, ia bersyukur masih ada yg perduli dgnnya, begitu juga tmn2nya

Pulang sekolah...
Erika dan sahabtnya, Tasya pulang bersamaan.
Erika: Duh, dah wktnya pulang! Aku benci rumah!!
Tasya: knp km mesti benci rumahmu? justru itu tmpt tinggalmu kan? ada ortu dan saudaramu yg menemanimu!
Erika: saudara tiri yang menyebalkan, begitu juga mamaku!!
Tasya: tiap hari kamu curhat itu melulu!
Erika: Yah.... :(

Di rumah Erika...
Erika: Aku pulang, selamat datang Erika di rumahmu yang MENYEBALKAN!! *teriak2
Mama E: Sudah sana cepet belajar! Tu adikmu pulang sekolah langsung pulang dan ngerjain PR, kamu? Pulang sklh kluyuran, belum ngerjain PR langsung!
Erika: ma.........
Kata2 Erika terputus
Mama E: sudah sana cepet!
Erika: Aku mau ke Febby,
Mama E: SANA! JANGAN GANGGU ANAKKU!!
Erika yang melihat itu langsung kaget dgn omongan mamanya
Erika: anakmu kau bilang?
Mama E: ya anakku, kamu berani juga ya blg mama "kau"
Erika: AKU BERANI!!
Erika langsung berjln ke arah Febby
Erika: jadi, cuman ini yg lo bisa? PENGECUT LO! bisanya cuman pake cara ginian! dengan cara pura2 belajar... apa ini yg kamu baca? KOMIK ini... bkn buku!!!!
Febby: Lo kali yg pengecut!! jangan ganggu aku belajar
Erika: ini juga komikku, balikin!!!
Febby: GAK!!
Kami rebut2an, hingga Erika kena marah lagi. seperti ini lah hari2 Erika semenjak Febby adik tirinya yang seperti iblis itu masuk ke sekolah terfavorit
Erika: MAMA INI, ADIK TIRI YANG INI JUGA! GK BISA APA MENGHARGAI HASIL JERIH PAYAHKU? MAMA! MAMA JUGA CUMAN MAUNYA BANGGA AJA SAMA AKU! GAK PERNAH GAK, MAMA MAU MENGHARGAI JERIH PAYAHKU!! MAMA TUH DIBOHONGI SAMA LITTLE DEVIL INI!!! DIA ITU BACA KOMIK!! KOMIK MA!! MAMA TAU KOMIK KAN? KALO TAU KENAPA MAMA MASIH AJA PERCAYA AMA DIA?
Erika merasa lega telah mengeluar unek2nya itu.

Di kamar ErikaĆ¢?¦
Erika: Akhirnya, aku udah bilang! Lega rasanya. Ajak Tasya jalan2 ah keliling2, ato gk ke mall main :) *dlm hati
Erika menelpon Tasya dan mengajaknya utk keliling2/ke mall esok hari.

Keesokan harinyaĆ¢?¦.
Erika sudah menunggu Tasya di mall, setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Tasya datang juga.

Tasya: Erika!! *melambaikan tangan
Erika: Sini...
Tasya: sorry2, nunggu lama
Erika: kamu lama amat.... 20000000000..... tahun aku nunggu
Tasya: Go to the le go to the bay, LEBAY
Erika: :P
Tasya: gk usah banyak bacod, ayo

Saat kami memasuki mall, banyak banget orang... JELAS, KAN MALL -_-" . Tak sengaja Tasya tidak melihat ke depan, ia menabrak seseorang yg sedang bawa minuman, tau kan selanjutnya? T.U.M.P.A.H... :(
Org itu: KAMU ITU, PUNYA MATA GAK SIH?! LIAT NAPA KALO ADA ORANG LAGI JALAN,... JALAN TUH PAKE MATA! KAMU KAN PUNYA MATA TUH!! *nunjuk mata Tasya
Tasya: maaf, maaf
Erika: ARGH... Eh., dimana2 itu jalan pake kaki tau!! pake mata gemana? HANCUR donk.. masak jalan pake mata.... BERPIKIR DULU DONK!!!!!!!!!
Org itu: cepet ganti!!
Tasya: ya., saya akan ganti
Erika yg sudah terbiasa di marah2in olh mamanya sudah merasa hal itu hal yg biasa aja. Tapi Tasya?
Erika: AYO KITA PERGI!
Tasya: tapi....
Erika: SUDAH!! *narik tangan Tasya

skip, Erika dan Tasya pulang bareng, di rmh Erika spt biasa..
Mama E: KAMU INI, JAM BERAPA INI! BARU PULANG, LIAT TUH ADIKMU!!!!
Erika: BLA BLA BLA,... I dont care, terus gue dah liat adek tiri gue, terus skr gue harus ngapain? daripada pulang dimarah2in gini, mending aku pergi aja, alias MATI!!
Mama E: BERANI SEKALI KAMU NGOMONG GITU DI DEPAN MAMA HA?!??!!!
Erika tidak menghiraukan kata2 mamanya dan langsung pergi lagi.. =_=
Ia hendak pergi ke rumah Tasya sekalian nginap disana, yah walaupun gk bawa baju hehehehe :D . Di tengah jalan ia merasa hatinya seperti ditusuk2 krn ucapan mamanya tadi. Hingga Erika meneteskan air matanya, tapi ia menghapusnya dgn cepat supaya gk ketahuan kalo dia nangis :( . Lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau bagi pejalan kaki. Erika jalan seperti siput, alias lambat amat, ia melihat lampu berwarna hijau sudah berkedip2, ia berusaha lari tapi tidak bisa, dan pastinya, ia tertabrak mobil yg tidak melihat bahwa ada Erika di tengah jalan...

Di rumah sakit..
Erika telah siuman, ia melihat papanya memegangi tangannya sambil menangis, mamanya mengelus2 kepalanya sambil menangis, Febby? Adik tiriku, ia duduk di lantai seperti orang gila. Apa ia telah sadar akan kesalahannya?
Papa E: Ma, Erika, Erika SIUMAN!!! *langsung meluk Erika
Mama E: Erika!! *meluk Erika :D :lope
Febby: KAKAK!!!! *berlari ke ranjang Erika
Erika: Pa,ma, maafin aku.. aku nekad pergi dr rumah..
Papa E: ya ya papa maafin kok!!
Mama E: Maafin mama ya nak, selama ini mama marahin kamu terus!!
Erika: ya ma, Erika maafin kok....
Febby: kak, kk gpp?
Erika: ngapain kau disini?!
Febby: eh, maaf kak.. aku pergi deh
Erika: we, aku.. mksdku kk, kk bercanda *pipi merah
Febby: kak? KAK!!! *langsung meluk sambil nangis2 :(

beberapa hari kemudian...
keadaan Erika sudah membaik. Erika dan Febby skr selalu akur, keluarganya juga semakin HARMONIS. Inilah yang di damba2kan Erika selama ini, keluarga yang ia cintai lebih dari apapun. Mama Erika juga bilang, selama ini ia suka marah2 kpd Erika krn Erika anak kandungnya sendiri, masak kalah sama anak panti asuhan? Erika mengerti, Mamanya memarahinya tiap hari demi kebaikannya juga. Ia bangga dengan keluarganya

Di rumah Erika...
Mama E: Pulang ya nak?
E,F: Iya ma...
Mama E: oohh ya sudah sana ganti baju dulu.
Erika: bentar dulu!
Mama E: knp?
Febby: aneh deh...
Erika: =3= papa mana? =3=
Mama E: biasa,
Erika: PAS!!
Erika memanggil papanya keluar...
Papa E: ada apa?
Erika dan Febby sedang berdiskusi kecil2an hheehehe... mereka ber2 berjln ke arah ortu mereka, lalu memegang tangannya
Erika: 1,2,3
E,F: We Love You Mama, Papa!!
Mama E: Mama juga!!
Papa E: pastinya papa juga!!
mereka ber4 berpelukan bersama...
BERPELUKAN.....

Penulis Cerpen : Ferlyne Grace
16-06-2013 15:34 di Cerita & Fiksi

Definisi dan Contoh Unsur-Unsur Intrinsik dalam Cerpen - Langsung saja berikut ini ulasannya yang saya dapatkan dari berbagai sumber.


Contoh Unsur Intrinsik Cerpen
Definisi dan Contoh Unsur-Unsur Intrinsik dalam Cerpen

Tema Cerita
Tema adalah gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra, tema disaring dari motif-motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan dan ditentukan dari hadirnya sebuah peristiwa-peristiwa, konflik dan situasi tertentu.
Tema dalam banyak hal yang sifatnya "mengikat" kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa, konflik serta situasi tertentu termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita, maka tema pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita itu. Tema mempunyai generalisasi yang umum, lebih luas dan abstrak.

Alur Cerita
Cerpen menyajikan sebuah cerita kepada pembacanya. Alur cerita merupakan peristiwa yang jalin-menjalin berdasar atas urutan atau hubungan tertentu. Peristiwa dapat terjalin berdasarkan urutan waktu, urutan kejadian atau hubungan sebab-akibat. Jalin-menjalinnya berbagai peristiwa, baik secara linear atau lurus maupun secara kausalitas, sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh, padu, dan bulat dalam suatu prosa fiksi.
Plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun di tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain. Plot ialah peristiwa-peristiwa yang ditampilkan dalam cerita yang tidak bersifat sederhana, karena pengarang menyusun peristiwa-peristiwa itu berdasarkan kaitan sebab-akibat bahwa alur cerita ialah jalinan peristiwa yang melatari sebuah prosa fiksi yang dihubungkan secara sebab-akibat.

Penokohan
Dalam pembicaraan sebuah cerita pendek sering dipergunakan istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Tokoh cerita ialah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama , yang oleh pembaca ditafsirkan memilki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diespresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Sedangkan penokohan ialah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita
Penokohan sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menunjuk pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.

Latar
Sebuah cerita pada hakikatnya ialah peristiwa atau kejadian yang menimpa atau dilakukan oleh satu atau beberapa orang tokoh pada suatu waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Latar ialah penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi

a. Latar Tempat

Latar tempat mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial tertentu.

b. Latar Waktu

Latar waktu berhubungan dengan masalah ” kapan ” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah ”kapan” teersebut biasanya dihubungkan dengan waktu

c. Latar Sosial

Latar sosial mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks serta dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.

Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Segala sesuatu yang dikemukakan dalam karya fiksi memang milik pengarang, pandangan hidup, dan tafsirannya terhadap kehidupan. Namun kesemuanya itu dalam karya fiksi disalurkan lewat sudut pandang tokoh, lewat kacamata tokoh cerita. Sudut pandang adalah cara memandang tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu.

Friday, September 27, 2013

Cerpen Sedih : Pensil dan Penghapus - Dapet inspirasi pas buka facebook nih. tadi lagi sempet liat beranda, eh ada Cerpen Sedih : Pensil dan Penghapus dan nyentuh hati banget, gimana ceritanya? langsung sajaa ^_^

Cerpen Sedih : Pensil dan Penghapus - Cerpen Sedih Penghapus dan Pulpen - Cerpen Sedih : Pensil dan Penghapus Terbaru

Percakapan antara Pensil dan Penghapus

Pensil: "Maafkan aku Penghapus.."
Penghapus: "Maafkan aku??? Untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku?"
Pensil: "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka.
Setiap kali aku melakukan kesalahan,kamu selalu berada disana untuk menghapusnya.
Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap,kamu kehilangan sebagian dari dirimu.
Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat.."
Penghapus: "Hal itu memang benar..namun aku sama sekali tidak merasa keberatan.
Kau lihat,aku memang tercipta untuk melakukan hal itu.
Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan.
Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi.
Dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku.
Jadi tolonglah,kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih.."

Si Penghapus adalah Orang Tua kita..
Si Pensil adalah diri kita sendiri..
Orang Tua akan selalu ada untuk anak-anak nya..
Namun terkadang,seiring berjalannya waktu..
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin 'kecil'..(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru(suami atau istri),namun Papa dan Mama akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
Hingga saat ini...
Saya masih menjadi Si Pensil..
Hal itu sangat menyakitkan diri saya..melihat si Penghapus(orang tua saya) semakin bertambah 'kecil' dan 'kecil' seiring berjalannya waktu..
Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hnayalah 'serutan'(remahnya) si Penghapus. Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian..

Mari Kita Renungkan Sama Sama ^_^