Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Friday, December 20, 2013

Kurikulum 2013 SMP SMA Lengkap Semua Pelajaran - Berikut ini adalah informasi terbaru mengenai Kurikulum 2013 SMP SMA Lengkap Semua Pelajaran yang akan diulas secara kusus buat anda semuanya diamanapun anda berada.

Saat ini pendidikan kita sudah mulai menggunakan kurikulum terbaru yakni kurikulum 2013 sebagai kurikulum pengganti dari kurikulum terdahulu yakni KTSP 2006. Kurikulum 2013 ini mememiliki beberapa perbedaan dengan kurikulum 2006 seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelum-sebelumnya. Kurikulum ini lebih menekankan pada tujuan aspek karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik. Nah, untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat contoh kurikulum 2013 untuk SMP dan SMA mata pelajaran Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKn, IPA, IPS, Kesenian, Olahraga berikut ini.

Kurikulum SMP SMA 2013

Kurikulum 2013 SMP SMA Lengkap Semua Pelajaran

Download:

Kurikulum 2013 SMP Lengkap Semua Pelajaran
Link: https://www.dropbox.com/s/g9dlsz23u9b68zd/Kurikulum%20SMP%202013.pdf
 
Kurikulum 2013 SMA Lengkap Semua Pelajaran
Link: https://www.dropbox.com/s/g9dlsz23u9b68zd/Kurikulum%20SMP%202013.pdf

Tuesday, November 26, 2013

Contoh Judul Skripsi PGSD Terbaru - Berikut ini adalah informasi mengenai Contoh Judul Skripsi PGSD Terbaru yang tentunya akan diulas secara langsung kusus buat anda semua. Mahasiswa sekarang ini biasanya selalu kebingungan tentang bagaimana membuat skripsi, sampai-sampai mereka juga bingung mau membuat skripsi tentang apa dan judul apa yang sebaiknya digunakan. Sebenarnya anda tidak perlu bingung, karena anda bisa mengambil judul dari permasalahan yang anda lihat seharai-hari.

Judul yang baik adalah judul yang diambil dari suatu masalah, dan skripsi anda itu nantinya akan mencoba memecahkan suatu masalah tersebut. Anda dapat menarik judul dari rumusan-rumusan masalah yang anda ambil. Jika anda masih bingung, saya akan menunjukkan beberapa contoh judul skripsi. Contoh judul skripsi ini merupakan contoh judul skripsi dari program studi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Oke langsung saja berikut informasinya.

Contoh Judul Skripsi

Contoh Judul Skripsi PGSD Terbaru
  • APLIKASI METODE QIRAATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA KELAS IV DI SD
  • IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS IV A MI
  • IMPLEMENTASI DISCOVERY APPROACH MELALUI METODE EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA KELAS V A MI
  • IMPLEMENTASI INDEX CARD MATCH DAN TEAM QUIZ DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH
  • IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK PADA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU
  • IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA SISWA KELAS III MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI
  • KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DAN REMEDIAL TEACHING PADA  PESERTA DIDIK MI
  • MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS MADRASAH (MPMBM) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MIN
  • MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MUFRADAT DAN QOWA’ID MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATC PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS V MI
  • MENINGKATKAN PEMAHAMAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) DAN TIM QUIZ
  • PEMBALAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SURAT KABAR PADA SISWA KELAS V MI
  • PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SDI
  • PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DENGAN METODE INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS IV MI
  • PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR (RESITASI) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV DI SDN
  • PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR (RESITASI) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV DI SDN
  • PENERAPAN METODE RESITASI DAN METODE DRILL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN
  • PENERAPAN METODE REWARD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYYAH
  • PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV SDN
  • PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH
  • PENERAPAN PENDEKATAN CTL MELALUI METODE INQUIRY DAN TANYA JAWAB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP ENERGI BUNYI PADA SISWA KELAS IV MI
  • PENERAPAN PERPADUAN METODE LEARNING START WITH A QUESTION DAN JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI
  • PENERAPAN RAGAM MENDONGENG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DIAM SERI UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN BEREKSPRESI SISWA KELAS V MI
  • PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING MELALUI METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IVB PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MI
  • PENERAPAN STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS IIIA MADRASAH IBTIDAIYAH
  • PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK NUMBERED HEADS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN SAINS DI MI
  • PENERAPAN STRATEGI READING GUIDE DAN INDEX CARD MATC UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR TENTANG AKHLAK TERPUJI PADA SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI
  • PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR TENTANG PERISTIWA PROKLAMASI PADA SISWA KELAS V C MATA PELAJARAN IPS DI SDI
  • PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF DALAM PEMBELAJARAN AKSARA JAWA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II.
  • PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
  • PENGGUNAAN METODE AUDIO-LINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK PENINGKATKAN PRONUNCIATION SISWA KELAS IV A MI
  • PENGGUNAAN METODE JARI TANGAN PADA PERKALIAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH
  • PENGGUNAAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DENGAN TEKNIK INQUIRY DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS II MI
  • PENGGUNAAN PENDEKATAN CTL DENGAN METODE INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV MI
  • PENGGUNAAN PENDEKATAN INQUIRY MELALUI METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA DI MI
  • PENGGUNAAN PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI DI MI
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI DONGENG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR ( SUATU PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI DENGAN METODE PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) PADA SISWA KELAS V  SD NEGERI
  • PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING )PADA SISWA KELAS IV SDN
  • PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN ANTI NARKOBA DI SD NEGERI
  • PERAN GURU KELAS DALAM MENINGKATKAN PELAKSANAAN BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA DI SDN
  • PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI
  • SITI ROSYIDA Q. A.- PENGGUNAAN METODE POSTER COMMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA KELAS IV C SD
  • UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESITASI PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS V MI
  • UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS VI SDN
  • UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS V DI MI
  • UPAYA PENINGKATAN MUTU PAI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (STUDI KASUS DI MI
  • UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI METODE QUANTUM TEACHING PADA PELAJARAN PKN PADA SISWA KELAS IV SDN

Saturday, November 16, 2013

Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2013/2014 SD SMP SMA - Hai sobat maspermono, apa kabar? Lama tidak jumpa ya. Kali ini maspermono akan memberikan informasi mengenai Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2013/2014 SD SMP SMA tentunya kusus buat anda semua.

Kalender pendidikan memang sangat diperlukan guna untuk pedoman bagi para pengajar untuk menentukan kapan harus mengajar, kapan harus melangsungkan ujian, dan kapan harus libur.

Itulah sebabnya kalender pendidikan menjadi sangat penting. Kalender pendidikan tiap tahunnya berubah-buah dikarenakan jadwal dari kalender masehi pun juga berubah-ubah. Misal hari raya Idul Fitri tahun 2013 jatuh pada bulan Agustus, namun belum tentu  pada tahun 2014 Idul Fitri juga akan jatuh pada bulan Agustus. Itulah sebab mengapa tiap tahunnya kalender pendidikan selalu berganti-ganti.

Kalender Pendidikan 2013 2014

Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2013/2014 SD SMP SMA

Nah bagi anda yang memerlukan informasi mengenai kalender pendidikan untuk tahun ajaran 2013/2014, anda bisa melihatnya di sini. Akan tetapi anda harus mendownloadnya terlebih dahulu melalu link yang telah kami sediakan di bawah ini.

Download Kalender Pendidikan SD SMP SMA Tahun 2013/2014:

File PDF:
http://www.tusfiles.net/ezrsj8o0fs5v

File Exel:
https://sites.google.com/site/sekolahdasardotnet/kalender-pendidikan-2013-2014/Kalender%20Pendidikan%20TP.2013-2014.xls

Monday, October 28, 2013

Contoh Skripsi PTK Terbaru 2013 - Inilah informasi terbaru mengenai Contoh Skripsi PTK Terbaru 2013 yang akan diulas kusus buat anda semua. Buat anda yang lagi cari contoh skripsi terbaru mengenai PTK atau Penelitian Tindakan Kelas, silahkan simak baik-baik informasi berikut ini.

Contoh skripsi di bawah ini kami peroleh dari bantuan mesin pencari, jadi tidak ada unsur untuk menyebarluaskan tanpa izin pemilik skripsi apalagi untuk hal-hal yang tidak dikehendaki. Tujuan kami ialah hanya sebatas memberikan info berupa contoh agar dapat membantu untuk memberikan gambaran bagi kawan-kawan yang masih bingung dalam membuat skripsi. Berikut info lengkapnya.

Contoh Skripsi Terbaru 2013


MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN
SOAL CERITA DENGAN METODE PEMBERIAN
TUGAS PADA SISWA KELAS V SDN 2 PENGATIGAN KECAMATAN ROGOJAMPI
KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK

Keberhasilan dalam pembelajaran tidak terlepas dari cara memberi perlakuan kepada siswa. Bagi siswa kelas V SD Negeri 2 Pengatigan Kecamatan Rogojampi mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita sehingga hasil tesnya selalu rendah. Kesulitan tersebut karena siswa tidak mampu memahami soal cerita. Faktor yang lain adalah tugas-tugas yang diberikan oleh guru sering tidak menimbulkan keaktifan untuk memecahkan masalah. Bertolak dari masalah tersebut diperlukan cara agar siswa dapat menyelesaikan soal cerita lebih optimal. Melalui pemberian tugas diharapkan dapat membantu pemahaman dan sekaligus meningkatkan keaktifan siswa.

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri 2 Pengatigan Kecamatan Rogojampi dengan jumlah siswa 24 orang. Guru pengamat dilibatkan untuk mengamati aktifitas siswa dan guru. Penelitian ini dikatakan berhasil setelah siswa yang memperoleh nilai > 7,00 mencapai > 80 % serta telah terjadi peningkatan aktifitas siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian berlangsung dalam dua siklus. Tiap siklus menempuh prosedur perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari hasil penelitian siklus I siswa yang memperoleh nilai > 7,00 mencapai 54,54% dengan keaktifan cukup. Sesuai hasil refleksi pada siklus I maka dilanjutkan pembelajaran pada siklus II. Hasil tes pada siklus II siswa yang memperoleh nilai > 7,00 mencapai 81,81 % dengan keaktifan tergolong aktif. Sesuai dengan harapan maka penelitian ini berhasil mengoptimalkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siklus II.

Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas, kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa dapat dioptimalkan. Metode pemberian tugas mampu meningkatkan aktifitas siswa belajar siswa. Dalam hal ini diharapkan pada setiap guru, agar metode pemberian tugas digunakan dalam pebelajaran tentang soal cerita.

BAB I
PENDAHULUAN

1. Alasan Pemilihan Judul
Dalam Wajib Belajar Pendidikan 9 tahun ( 1994: 60) kurikulum pendidikan dasar yang berkenaan dengan Sekolah Dasar menekankan kemampuan dan ketrampilan dasar “baca – tulis- hitung”. Sebagaimana tercermin dalam kemampuan dan keterampilan penggunaan bahasa (“bacatulis- berbicara”) serta berhitung (menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, mengukur sederhana dan memahami bentuk geometri) yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol – simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan meyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang menyulitkan siswa dalam pembelajaran di kelas.

Kemampuan guru dalam mengkomunikasikan materi pelajaran, pemilihan metode mengajar, pengaturan suasana kelas yang kurang tepat memungkinkan hasil belajar siswa kurang optimal. Dalam pembelajaran, guru selalu memberikan tugas kepada siswa. Tugas yang diberikan oleh guru diharapkan mencapai keberhasilan yang  tinggi dan menjadikan pelajaran menjadi efektif. Pada siswa kelas V SD Negeri 2 Pengatigan Kecamatan Rogojampi dalam menyelesaikan soal cerita selalu rendah, siswa yang memperoleh nilai 7.00 selalu kurang dari 80 %. Sebagian besar siswa tidak suka mengerjakan soal cerita. Siswa lebih suka mengerjakan latihan-latihan soal yang telah jelas operasi hitungnya. Dalam menyelesaikan soal cerita, siswa kadang-kadang hanya menjawab secara singkat. Untuk menguraikan jawaban, siswa mengalami kesulitan karena tidak paham terhadap apa yang dibaca akibatnya dalam menyelesaikan soal banyak kesulitan

Guru sangat jarang memberikan soal cerita kepda siswa sehingga siswa tidak terbiasa mengerjakan secara benar. Dalam hal tersebut guru perlu melakukan pemberian tugas kepada siswa. Tugas yang diberikan hendaknya menimbulkan keaktifan siswa untuk memecahkan masalah sehingga kemampuan menyelesaikan soal cerita dapat optimal. Menyadari pentingnya mengatasi masalah belajar siswa, maka dengan metode tugas diharapkan mampu mengoptimalkan kemampuan menyelesaikan soal cerita

2. Permasalahan
Dari uraian alasan pemilihan judul diatas maka permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
a.   Dengan metode pemberian tugas dapatkah kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa kelas V SD Negeri 2 Pengatigan Kecamatan Rogojampi dioptimalkan ?
b.   Dengan metode pemberian tugas dapatkah aktifitas siswa meningkat ?

3. Cara Pemecahan Masalah
Dalam penelitian ini metode pemberian tugas dilaksanakan pada pembelajaran di kelas dengan cara memberikan tugas berupa soal-soal yang menuntut aktifitas siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Setelah guru menjelaskan materi kemudian siswa menuangkan pemikiran melalui pengerjaan lembar kerja yang dapat dikerjakan secara individu maupun secara kelompok. Pembahasan hasil kerja dilakukan oleh guru dan siswa dengan tujuan menyamakan persepsi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut :
a.  Untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita.
b.  Untuk mengetahui peningkatan aktifitas siswa dalam pembelajaran.

5. Manfaat penelitian
Hasil dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas diharapkan memberi manfaat bagi :
a. Guru
Dengan penelitian tindakan kelas ini diharapkan setiap guru dapat melakukan perbaikan terhadap pembelajaran menyangkut penyelesaian soal cerita sehingga diperoleh hasil belajar secara optimal.
b. Siswa
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi siswa yang memiliki permasalahan dalam belajar untuk memperoleh solusi belajar
c. Peneliti
Menjadi pedoman untuk meningkatkan sistem pembelajaran sehingga mampu mengelola pembelajaran secara professional.
d. Sekolah
Menimbulkan motivasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika.

6. Sistematika
Sistematika pembahasan skripsi ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian awal, inti dan bagian akhir.
1.   Bagian awal memuat tentang halaman judul, abstraksi, halaman pengesahan, motto dan persebahan, katabpengantar, daftar ini dan daftar lampiran.
2.   Bagian inti memuat 5 bab antara lain : Bab I Pendahuluan berisi Alas an Pemilihan Judul, Permsalahan, cara Pemecahan masalah tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistimatika  Bab II Landasan teori dan hipotesis tindakan berisi landasan, teori kerangka berfikir dan hipotesis tindakan Bab III Metode penelitian berisi subyek penelitian, rencana penelitian instrumen, cara pengumpulan data dan indikator keberhasilan. Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan berisi hasil penelitian dan pembahasan siklus I, hasil penelitian dan pembahasan siklus II dan pembahasan. Bab V Penutup berisi simpulan dan saran Bagian akhir memuat daftar pustaka

Thursday, October 10, 2013

Contoh Silabus SMP Kurikulum 2013 Lengkap - Inilah informasi mengenai Contoh Silabus SMP Kurikulum 2013 Lengkap. Buat anda yang ingin tahu bagaimana cara membuat silabus berdasarkan kurikulum 2013 bisa lihat contoh-cotoh silabus berikut ini.

Seperti halnya RPP yang sudah dibahas sebelumnya. Silabus juga mempunyai sedikit perbedaan dengan silabus sebelumnya pada kurikulum 2013 ini. Anda dapat mendownload silabus untuk jenjang SMP secara lengkap berdasarkan kurikulum terbaru 2013 melalui link download yang ada di bawah ini.

Contoh Silabus SMP Kurikulum 2013

Contoh Silabus SMP Kurikulum 2013 Lengkap

Link Download Silabus SMP Berdasarkan Kurikulum 2013:

Silabus Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcZGZqcVRFb3YxTk0/edit?usp=sharing

Silabus Bahasa Indonesia SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcbGZwSUZMaU5tZDg/edit?usp=sharing

Silabus Matematika SMP Kelas VII
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcN1ZYQjlGbFJfWEk/edit?usp=sharing

Silabus Matematika SMP Kelas VIII
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcaXQ4NGlTMXljNUE/edit?usp=sharing

Silabus Matematika SMP Kelas IX
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfceEF0M0ZMeFpkZms/edit?usp=sharing

Silabus Bahasa Inggris SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcQk1WanNvTm54SG8/edit?usp=sharing

Silabus Seni Budaya SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcRjBxc3ZjYU54X00/edit?usp=sharing

Silabus Prakarya SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcVEtHS1FlNVhNWWs/edit?usp=sharing

Silabus Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcUUc3VkZSbXZDVWM/edit?usp=sharing

Silabus Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfccG44WjRoYXU0NFk/edit?usp=sharing

Silabus Penjasorkes (Olah Raga) SMP
https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcR1JnZzYyWnFOVGs/edit?usp=sharing
Contoh RPP Kurikulum 2013 SD SMP SMA Lengkap - Kali ini akan dibaha informasi terkait Contoh RPP Kurikulum 2013 SD SMP SMA Lengkap. Buat anda yang belum bisa buat RPP, bingung gimana cara buatnya, silahkan simak informasi berikut ini.

Ada beberapa perbedaan di kurikulum 2013 ini dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Sekarang kurikulum 2013 lebih menekankan kepada pendidikan yang berbasis karakter. Mengingat sekarang ini banyak pejabat-pejabat negara yang mengalami krisis moral. Maka pendidikan di Indonesia dibuat sedemikian rupa guna memperbaiki generasi penerus bangsa ini lewat kurikulum 2013.

Contoh RPP Kurikulum 2013 SD SMP SMA


Link Download RPP SD, SMP, SMA Berdasarkan Kurikulum 2013:
RPP SD Kurikulum 2013
  • RPP SD Kelas 1:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcZFZDOTd4Tjc4eXc/edit?usp=sharing

RPP SMP Kurikulum 2013
  • RPP Bahasa Indonesia:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcek4xNm5pZkgzM2s/edit?usp=sharing
  • RPP Bahasa Inggris:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfccWVhbG5ZTFZ4VUE/edit?usp=sharing
  • RPP Matematika:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcV0NkQTcxS2ZMR1U/edit?usp=sharing
  • RPP Penjaskes:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcb0x4RThEcFdDZjg/edit?usp=sharing
  • RPP PKn:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcM0JtSDZZQURCV0E/edit?usp=sharing
  • RPP Seni Budaya:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcR2lEeHRDdElHRzg/edit?usp=sharing
  • RPP IPA:
  • https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcTVk4aTFIbE94UlE/edit?usp=sharing
  • RPP IPS:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcZU5MX1cwakNfRms/edit?usp=sharing
RPP SMA Kurikulum 2013
  • RPP Matematika:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcb3dNcnpUNmlLeXM/edit?usp=sharing
  • RPP Sejarah:
  • https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfccUd2ZWJnY3dNaW8/edit?usp=sharing
  • RPP Bahasa Indonesia:
    https://docs.google.com/file/d/0B-X65QFtfGfcQ2FFbHlsTUxoRlE/edit?usp=sharing

Wednesday, October 9, 2013

Persyaratan Daftar Polisi Atau Polri - Berikut ini adalah informasi mengenai Persyaratan Daftar Polisi Atau Polri yang tentunya akan diulas kusus buat sobat semua. Buat sobat yang berminat daftar Polisi atau Polri bisa simak informasi mengenai Persyaratan Daftar Polisi atau Polri berikut ini.

Polisi merupakan salah satu profesi yang banyak diminati di Indonesia. Ya, dibandingkan dengan Militer, polisi masih sangat digemari. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi baik itu sifatnya fisik maupun pendidikan. Langsung saja silahkan simak info lengkapnya di bawah ini.

Persyaratan Daftar Polisi Atau Polri

Persyaratan Daftar Polisi Atau Polri


A. SELEKSI PENERIMAAN AKADEMI KEPOLISIAN (AKPOL)

I. DASAR
Keputusan Kapolri No.Pol : Kep/74/XI/2003 tanggal 10 November 2003 tentang Pokok-pokok penyusunan Lapis-lapis Pembinaan Sumber Daya Manusia Polri.
Surat Keputusan Kapolri No.Pol : Skep/212/IV/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Pedoman Administrasi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian.
Surat Telegram Kapolri No. Pol. : ST /388/IV/2009 tanggal 21 April 2009 tentang persyaratan dan jadwal penerimaan Taruna/Taruni Akpol TA. 2009.

II. PRINSIP


- BERSIH

- TRANSPARAN

- AKUNTABEL

- HUMANIS

III. PERSYARATAN UMUM

Warga Negara Indonesia (Pria/Wanita).
Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik indonesia Tahun 1945.
Sehat Jasmani dan Rohani.
Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan.
Berwibawa, Jujur, Adil dan berkelakuan tidak tercela.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian.

IV. PERSYARATAN KHUSUS
Pada saat diangkat menjadi anggota Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda), bagi lulusan S1 diberi masa dinas surut 3 (tiga) tahun, sedangkan lulusan S2 diberi masa dinas surut 3 (tiga) tahun, yang akan berpengaruh terhadap penghasilan dan karirnya, namun tidak mengurangi masa Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.
Tinggi badan 163 cm bagi Pria dan 160 cm bagi Wanita dengan berat badan seimbang.
Umur maksimal pada saat pembukaan Dik sebgai berikut:
SMU = 21 Tahun
S1 = 28 Tahun
S2 = 30 Tahun
Belum pernah Menikah dan sanggup tidak Menikah selama dalam pendidikan pembentukan.
Tidak terikat Perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu Instansi lain.
Memperoleh persetujuan dari Orang Tua/Wali bagi calon yang belum berusia 21 tahun.
Berijazah SMU/Sederajat jurusan IPA / IPS, S1 dan S2.
Menyerahkan :
Hasil Ujian Akhir Nasional(UAN) bagi calon yang lulusan SMU/Sederajat :

- IPA untuk 3 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,5 (tujuh koma lima).

- IPS untuk 3 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,5 (tujuh koma lima).

- IPA untuk 6 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol).

- IPS untuk 6 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol).
Ijazah S-1 / S-2 yang berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi “A” dan atau “B” bagi yang mempersyaratkan diri dari tingkat Sarjana.
Disiplin ilmu yang dipersyaratkan :

1) Fakultas Hukum Jurusan Ilmu Hukum.

2) Fakultas FISIP/SOSPOL :

- Antropologi Sosial

- Hubungan Internasional

- Ilmu Komunikasi

- Ilmu Politik

- Kriminologi

- Sosiolog.
Menyerahkan transkrip nilai, dengan nilai rata-rata IPK 2,75 (Dua koma tuju lima) untuk S-1 dan 3,0 (Tiga koma nol) untuk S-2.
Khusus calon peserta dari Anggota Polri, selain persyaratan diatas juga menyerahkan :
Daftar Penilaian (Dapen) dengan nilai minimal 75 (Tujuh Puluh Lima).
Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) dari pejabat yang berwenang.

V. TAHAPAN KEGIATAN
Pemeriksaan berkas Administrasi, meliputi :
Pemeriksaan Akte Kenal Lahir / Surat Keterangan Kelahiran.
Pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.
Pemeriksaan Ijazah (Dik-um terakhir).
Pemeriksaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
Pemeriksaan Pernyataan Belum Pernah Menikah.
Pemeriksaan Surat Izin dari Orang Tua/Wali.
Pemeriksaan Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama.
Pemeriksaan Daftar Riwayat Hidup.
Pemeriksaan Kesehatan Tahap I, meliputi :
Auto Anamnesi
Pemeriksaan Mata.
Pemeriksaan Gigi dan Mulut.
Pemeriksaan Telinga, Hidung dan Tenggorokan.
Pemeriksaan Fisik :

- Apabila diperlukan untuk mengetahui Diagnosis dapat dilakukan Pemeriksaan Rontgen dada dan Pemeriksaan Elektrokardiograf (EKG).

- Melaksanakan Parade untuk memeriksa :
Postur Tubuh
Wajah/ Raut Muka
Sikap/ Gerak
Suara dan Cara Berbicara
Cara Berjalan
Tes Psikologi, meliputi :
Metode Pemeriksaan Psikologi :

1) Tertulis, dilakukan Secara Klasikal Sesuai Ketentuan Pemeriksaan Psikologi Yang Berlaku.

2) Observasi, penelitian tentang testee yang dilakukan selama tes psikologi tertulis.
Aspek Psikologi :

1) Kecerdasan Umum :

a) Berpikir Praktis;

b) Berpikir Abstrak;

c) Kemampuan Verbal;

2) Stabilitas Emosi

3) Pro sosial

4) Penyesuaian Diri

5) Kengendalian Diri

6) Kepercayaan Diri

7) Loyalitas

8) Sikap Kerja

9) Vitalitas

10) Kecendrungan Psikopatologis

Tes Akademik, meliputi :
Tes Potensi Akademik.
Bahasa Inggris.
UU Kepolisian.

Pemeriksaan Kesehatan tahap II, meliputi :
Foto Thorax / Dada.
EKG (Elektro Kardio Gram)/rekam jantung.
Laboratorium, meliputi :

1) Riksa Urine lengkapa) Kejernihan


b) Berat Jenis (BJ)

c) Tingkat keasaman

d) Lekosit

e) Nitrit

f) Protein

g) Kejernihan h) Reduksi


i) Urobilinogen

j) Keton

k) Bilirubin

l) Eritrosit

m) Sedimen


2) Darah :

a) Rutin (hb, lukosit, laju endap darah, hitung jenis).

b) Kimia darah (gula darah puasa, kolesterol total, trigliserida, kreatinin, ureum, sgot, sgpt, bilirubin, uric acid).

c) Serologis :

- HBSAG (hepatitis)

- Anti HIV (AIDS)

3) Uji kehamilan (calon wanita).

4) Uji urine narkoba :

a) Amfetamine/metamfetamine

b) Ganja

c) Coccain, morfin, opiate
Tes Kesamaptaan Jasmani, meliputi :

a) PRIA :

1) Lari 12 menit

2) Pull up max 1 menit

3) Push up max 1 menit

4) Sit up max 1 menit

5) Shuttle run jarak 6 x 10 m

6) Renang

b) WANITA :

1) Lari 12 menit

2) Chinning (modifikasi pull up) max 1 menit

3) Push Up max 1 menit

4) Sit Up max 1 menit

5) Shuttle Run jarak 6 x 10 m

6) Renang

c) Pemeriksaan Antopometrik (Kelainan Postur Tubuh).
Administrasi Akhir, meliputi :

a) Surat Keterangan Catatan Kepolisian

b) Pernyataan belum pernah nikah

c) Surat perjanjian ikatan dinas

d) Daftar Riwayat Hidup

e) Surat pernyataan sanggup ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).
B. SELEKSI PENERIMAAN BRIGADIR POLRI

I. DASAR
Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep/41/XII/2008 tanggal 31 Desember 2008 tentang Progaram Pendidikan Polri TA. 2009.
Surat Keputusan Kapolri No.Pol. : Skep/49/II/2009 tanggal 4 Pebruari 2009 tentang Penerimaan Brigadir Polisi TA. 2009.
Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/175/IV/2009 tanggal April 2009 Perubahan Atas Skep Kapolri No. Pol. : Skep/49/II/2009 tanggal 4 Pebruari 2009 tentang Penerimaan Brigadir Polisi TA. 2009.
Surat Telegram Kapolri No. Pol. : ST /390/IV/2009 tanggal 2 April 2009 tentang Penerimaan dan Jadwal penerimaan Brigadir Polisi TA. 2009.
II. PRINSIP


- BERSIH

- TRANSPARAN

- AKUNTABEL

- HUMANIS

III. PERSYARATAN UMUM

Warga Negara Indonesia (Pria/Wanita).
Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik indonesia Tahun 1945.
Sehat Jasmani dan Rohani.
Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan.
Berwibawa, Jujur, Adil dan berkelakuan tidak tercela.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian.

IV. PERSYARATAN KHUSUS
Pada saat dingkat menjadi anggota Polri dengan Pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda), bagi Lulusan D-IV/S1 diberi masa dinas surut 3 (tiga) tahun, sedangkan lulus D-III diberikan masa dinas surut 2 (dua tahun), yang akan berpengaruh terhadap penghasilan dan kariernya, namun tidak mengurangi masa ikatan Dinas Pertama (IDP) 10 tahun.
Berijazah serendah-rendahnya SMU/sederajat, SMK pelayaran Jurusan Nautika/Tehnik atau AMK perkapalan Jurusan Tehnik Elektro (Tidak termasuk SMK Busana/Boga/Kecantikan/Guru TK/SMK yang tidak ada Kompetensinya dengan tugas Polri atau SMK yang dikelola oleh Departeman).
D-III/D-IV/S1 sesuai dengan Kompetensi tugas Pokok Polri dari perguruan Tinggi yang telah terakreditasi.
Tinggi badan 163 cm bagi Pria dan 160 cm bagi Wanita dengan berat badan seimbang.
Umur maksimal pada saat pembukaan Dik sebgai berikut:
SMU = 21 Tahun
D-III = 24 Tahun
S1 = 35 Tahun
Belum pernah Menikah dan sanggup tidak Menikah selama dalam pendidikan pembentukan.
Tidak terikat Perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu Instansi lain.
Memperoleh persetujuan dari Orang Tua/Wali bagi calon yang belum berusia 21 tahun.
Telah berdomisili di wilayah Polda tempat pendaftaran minimal 1 (satu) tahun yang dibuktikan dengan KTP setempat dan kartu keluarga (KK) dan raport yang disahkan oleh Kepalah Sekolah yang bersangkutan.

10. Berijazah SMU/Sederajat jurusan IPA / IPS, S1 dgn disiplin ilmu yang dipersyaratkan sesuai dengan fungsi dan tugas pokok Polri.

11. Menyerahkan :
Hasil Ujian Akhir Nasional(UAN) bagi calon yang lulusan SMU/Sederajat :

- IPA untuk 3 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,5 (tujuh tiga koma lima).

- IPS untuk 3 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,5 (tujuh koma lima).

- IPA untuk 6 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol).

- IPS untuk 6 mata pelajaran nilai rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol).
Ijazah S-1 yang berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi bagi calon yang mempersyaratkan diri dari tingkat Sarjana.
Menyerahkan transkrip nilai, dengan nilai rata-rata IPK 2,75 (Dua koma tuju lima) untuk S-1 dan 3,0 (Tiga koma nol) untuk S-2.

12. Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian.

V. TAHAPAN KEGIATAN
Pemeriksaan berkas Administrasi, meliputi :
Pemeriksaan Akte Kenal Lahir / Surat Keterangan Kelahiran.
Pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.
Pemeriksaan Ijazah (Dik-um terakhir).
Pemeriksaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
Pemeriksaan Pernyataan Belum Pernah Menikah.
Pemeriksaan Surat Izin dari Orang Tua/Wali.
Pemeriksaan Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama.
Pemeriksaan Daftar Riwayat Hidup.
Pemeriksaan Kesehatan Tahap I, meliputi :
Auto Anamnesi
Pemeriksaan Mata.
Pemeriksaan Gigi dan Mulut.
Pemeriksaan Telinga, Hidung dan Tenggorokan.
Pemeriksaan Fisik :

- Apabila diperlukan untuk mengetahui Diagnosis dapat dilakukan Pemeriksaan Rontgen dada dan Pemeriksaan Elektrokardiograf (EKG).

- Melaksanakan Parade untuk memeriksa :
Postur Tubuh
Wajah/ Raut Muka
Sikap/ Gerak
Suara dan Cara Berbicara
Cara Berjalan
Tes Psikologi, meliputi :
Metode Pemeriksaan Psikologi :

1) Tertulis, dilakukan Secara Klasikal Sesuai Ketentuan Pemeriksaan Psikologi Yang Berlaku.

2) Observasi, penelitian tentang testee yang dilakukan selama tes psikologi tertulis.

b. Aspek Psikologi :

1) Kecerdasan Umum :

a) Berpikir Praktis;

b) Berpikir Abstrak;

c) Kemampuan Verbal;

2) Stabilitas Emosi

3) Pro sosial

4) Penyesuaian Diri

5) Kengendalian Diri

6) Kepercayaan Diri

7) Loyalitas

8) Sikap Kerja

9) Vitalitas

10) Kecendrungan Psikopatologis

Tes Akademik, meliputi :
Tes Potensi Akademik.
Bahasa Inggris.
UU Kepolisian.

Pemeriksaan Kesehatan tahap II, meliputi :
Foto Thorax / Dada.
EKG (Elektro Kardio Gram)/rekam jantung.
Laboratorium, meliputi :

1) Riksa Urine lengkapa) Kejernihan


b) Berat Jenis (BJ)

c) Tingkat keasaman

d) Lekosit

e) Nitrit

f) Protein

g) Kejernihan h) Reduksi


i) Urobilinogen

j) Keton

k) Bilirubin

l) Eritrosit

m) Sedimen


2) Darah :

a) Rutin (hb, lukosit, laju endap darah, hitung jenis).

b) Kimia darah (gula darah puasa, kolesterol total, trigliserida, kreatinin, ureum, sgot, sgpt, bilirubin, uric acid).

c) Serologis :

- HBSAG (hepatitis)

- Anti HIV (AIDS)

3) Uji kehamilan (calon wanita).

4) Uji urine narkoba :

a) Amfetamine/metamfetamine

b) Ganja

c) Coccain, morfin, opiate
Tes Kesamaptaan Jasmani, meliputi :

a) PRIA :

1) Lari 12 menit

2) Pull up max 1 menit

3) Push up max 1 menit

4) Sit up max 1 menit

5) Shuttle run jarak 6 x 10 m

6) Renang

b) WANITA :

1) Lari 12 menit

2) Chinning (modifikasi pull up) max 1 menit

3) Push Up max 1 menit

4) Sit Up max 1 menit

5) Shuttle Run jarak 6 x 10 m

6) Renang

c) Pemeriksaan Antopometrik (Kelainan Postur Tubuh).
Administrasi Akhir, meliputi :

a) Surat Keterangan Catatan Kepolisian

b) Pernyataan belum pernah nikah

c) Surat perjanjian ikatan dinas

d) Daftar Riwayat Hidup

e) Surat pernyataan sanggup ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).
C. SELEKSI PENERIMAAN PERWIRA POLRI SUMBER SARJANA (PPSS)

I. DASAR
Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep/41/XII/2008 tanggal 31 Desember 2008 tentang Progaram Pendidikan dan Latihan Polri Tahun Anggaran 2009 beserta perubahannya.
Peraturan Kapolri No.Pol. : 5 Tahun 2006 tanggal 12 Mei 2006 tentang Penerimaan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/176/IV/2009 tanggal 20 April 2009 tentang Penerimaan Perwira Polri Sumber Sarjana TA. 2009.
Surat Telegram Kapolri No. Pol. : ST /389/IV/2009 tanggal 21 April 2009 tentang persyaratan dan jadwal penerimaan Perwira Polri Sumber Sarjana TA. 2009.
II. PRINSIP


- BERSIH

- TRANSPARAN

- AKUNTABEL

- HUMANIS

III. PERSYARATAN UMUM

Warga Negara Indonesia (Pria/Wanita).
Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik indonesia Tahun 1945.
Sehat Jasmani dan Rohani.
Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan.
Berwibawa, Jujur, Adil dan berkelakuan tidak tercela.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian.

IV. PERSYARATAN KHUSUS
Pada saat dingkat menjadi anggota Polri dengan Pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda), bagi Lulusan D-IV/S1 diberi masa dinas surut 3 (tiga) tahun, sedangkan lulus D-III diberikan masa dinas surut 2 (dua tahun), yang akan berpengaruh terhadap penghasilan dan kariernya, namun tidak mengurangi masa ikatan Dinas Pertama (IDP) 10 tahun.
Pria atau Wanita, berijazah S-1 / S-2 berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi “A” dan atau “B”.
Disiplin ilmu yang dipersyaratkan :
Ilmu Kesehatan :

- Dokter Umum

- Dokter Hewan
Fakultas MIPA/Sains :

- Biologi

- Kimia Murni

- Matematika

- Fisika

- Statistika
Fakultas Teknik :

- Teknik Kimia

- Teknik Elektro

- Teknik Elektro Arus Kuat

- Teknik Metalurgi

- Teknik Fisika Nuklir
Transportasi :

- Manajemen Transportasi

- Teknik Transportasi
Fakultas FISIP/SOSPOL :

- Psikologi

- Sejarah
Fakultas Pendidikan :

- Kurtek Pendidikan

- Pendidikan dan olah raga
Fakultas Kelautan :

- Ahli Nautika TK III

- Ahli Teknika TK III
Fakultas Ekonomi :

- Akuntansi

- Manajemen
i. Ilmu Komputer (Seluruh jurusan dan program studi ilmu komputer).
Tinggi badan 160 cm bagi Pria dan 155 cm bagi Wanita dengan berat badan seimbang.

10. Umur maksimal pada saat pembukaan Dik sebgai berikut:
S1 = 28 Tahun
S2 = 30 Tahun

11. Sanggup tidak Menikah selama dalam pendidikan.

12. Tidak terikat Perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu Instansi lain.

13. Memperoleh persetujuan dari Orang Tua/Wali bagi calon yang belum berusia 21 tahun.

14. Bagi calon yang bersal dari PTN/PTS harus sudah lulus ujian negara (dengan melampirkan tanda lulus/ijazah yang dilegalisir/diketahui oleh kopertis) dengan akreditasi A dan atau B dengan nilai IPK minimal :

- S1 profesi : 2,5 (Dua koma Lima Puluh).

- S1 : 2,75 (Dua koma Tujuh Lima).

- D-IV : 2,75 (Dua koma Tujuh Lima).

15. Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian.

V. TAHAPAN KEGIATAN
Tingkat Pnitia Daerah (Panda) :
Pemeriksaan berkas Administrasi, meliputi :

1) Pemeriksaan Akte Kenal Lahir / Surat Keterangan Kelahiran.

2) Pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.

3) Pemeriksaan Ijazah (Dik-um terakhir).

4) Pemeriksaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

5) Pemeriksaan Pernyataan Belum Pernah Menikah.

6) Pemeriksaan Surat Izin dari Orang Tua/Wali.

7) Pemeriksaan Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama.

8) Pemeriksaan Daftar Riwayat Hidup.
Pemeriksaan Kesehatan Tahap I, meliputi :

1) Auto Anamnesi

2) Pemeriksaan Mata.

3) Pemeriksaan Gigi dan Mulut.

4) Pemeriksaan Telinga, Hidung dan Tenggorokan.

5) Pemeriksaan Fisik :

- Apabila diperlukan untuk mengetahui Diagnosis dapat dilakukan Pemeriksaan Rontgen dada dan Pemeriksaan Elektrokardiograf (EKG).

- Melaksanakan Parade untuk memeriksa :

a) Postur Tubuh

b) Wajah/ Raut Muka

c) Sikap/ Gerak

d) Suara dan Cara Berbicara

e) Cara Berjalan
Tingkat Panitia Pusat (Panpus) :

a) Pemeriksaan Administrasi.

b) Ujian Akademik :

- Tes Potensi Akademik

- UU Kepolisian

c) Uji Kompetensi Wawancara dan Praktek

d) Pemeriksaan Kesehatan

e) Pemeriksaan Psikologi

f) Pemeriksaan Kemampuan Jasmani

g) Sidang Penetapan Kelulusan di Tingkat Pusat.

Monday, October 7, 2013

Contoh Judul Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Terbaru - Inilah informasi mengenai Contoh Judul Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Terbaru yang akan diulas kusus buat anda semua. Buat anda yang sedang bingung mencari judul skripsi untuk jurusan pendidikan bahasa inggris. silahkan simak baik-baik informasi berikut ini.

Ada banyak judul yang bisa anda pilih dan kembangkan sendiri. Judul ini menggunakan bahasa indonesia. Jadi sangat mudah buat anda yang tidak suka banyak bahasa inggris dan menginginkan yang lebih simpel. Silahkan simak baik-baik informasi berikut ini.

Contoh Judul Skripsi

Contoh Judul Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Terbaru
  1. Efektivitas E-Learning terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris di SMA xxx
  2. Karakteristik Metode Contextual Teaching and Learning yang Diterapkan di SMA xxx
  3. Hubungan antara Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa dan Tingkat Prestasi yang Dicapai Siswa di SMA xxx
  4. Hubungan antara Kemampuan Ekonomi dan Tingkat Prestasi dalam Pelajaran Bahasa Inggris Siswa di SMK xxx
  5. Pengaruh Suasana Kelas terhadap Efektivitas Pembelajaran bahasa Inggris di SMA xxx
  6. Pengaruh Kelengkapan Media Pembelajaran terhadap Tingkat Pencapaian Prestasi Siswa dalam Pelajaran Bahasa Inggris di SMP xxx
  7. Efektivitas Penggunaan Media Gambar dalam Pengajaran Vocabulary untuk Siswa Sekolah Dasar xxx
  8. Efektivitas Penggunaan Media Cerita Gambar dalam Pengajaran Reading untuk Siswa Sekolah Dasar xxx
  9. Upaya Peningkatan Kemampuan Vocabulary Siswa Sekolah Dasar melalui Media Film Blue’s Clues di SD xxx
  10. Upaya Peningkatan Kemampuan Vocabulary Siswa Sekolah Dasar melalui Media Film Dora the Explorer di SD xxx
  11. Efektivitas Penggunaan Media Lagu dalam Pengajaran Listening di SMP xxx
  12. Upaya Peningkatan Kemampuan Speaking melalui Conversation Club di SMA xxx
  13. Upaya Peningkatan Pengajaran Listening Melalui Lagu Di SMP N 1 Yogyakarta
  14. Upaya Peningkatan Pengajaran Vocabulary Melalui Hangoro Games di SMPN 1 Yogyakarta
  15. Upaya Peningkatan Pengajaran Reading Melalui Hello English Magazine di SMPN 1 xxx
  16. Upaya Peningkatan Pengajaran Pengajaran Speaking Melalui Speaking Club di SMP xxx
  17. Upaya Peningkatan Pengajaran Writing Melalui Kegiatan Penulisan Diary bagi Siswa SMPN xxxx
  18. Upaya Peningkatan Pengajaran Vocabulary Melalui kartu di SMPN Yogyakarta
  19. Upaya Peningkatan Pengajaran Listening Melalui Melalui Media Internet
  20. Upaya Peningkatan Pengajaran Pronunciation Melalui Media Internet
  21. Upaya Peningkatan Pengajaran Speaking Melalui Media Chating
  22. Upaya Peningkatan Pengajaran Pronunciation Melalui Native Speakers
  23. Pengembangan Authentic Material Sebagai Media Pembelajaran di SMKXXX
  24. Efektivitas Penggunaan Text Book Sebagai Satu-satunya Alat Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar Bahasa Inggris.
  25. Efektivitas Penggunaan Bilingual dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas Bahasa di SMA XXX
  26. Efektivitas Metode Mengajar yang Variatif dalam Keberhasilan Pembelajaran Bahasa Inggris.
  27. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris peserta didik dengan Kevariatifan Teknik Mengajar oleh Guru.
  28. Penggunaan Kartu sebagai Media untuk Meningkatkan Ketertarikan Siswa dalam Belajar Kosakata Bahasa Inggris di SMP XXX.
  29. Pengaruh Quis Lisan terhadap Respon Siswa dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris
  30. Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru untuk Mencari Bahan Ajar dari Berbagai Sumber
  31. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa dengan Menggunakan Media Authentic Material
  32. Upaya Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Siswa dengan Menggunakan Media Authentic Material
  33. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dengan Menggunakan Media Authentic Material
  34. Upaya Meningkatkan Kkualitas Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Menggunakan Metode Pengajaran yang Sesuai dengan Tingkat dan Kualitas Siswa
  35. Upaya meningkatkan motivasi belajar pada proses pembelajaran bahasa Inggris.
  36. Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Terhadap Pembelajaran bahasa
  37. Inggris Melalui Penggunaan Media yang Tepat
  38. Upaya Meningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia dalam Bidang Pendidikan
  39. Upaya Meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa SMA dengan menggunakan media teka-teki silang
  40. Upaya meningkatkan tingkat keakuratan dan kelancaran penggunaan bahasa Inggris secara lisan maupun tertulis
  41. Upaya pengoptimalan penggunaan internet pada proses pembelajaran bahasa Inggris.
  42. Upaya untuk meningkatkan kualitas interaksi dalam proses pembelajran bahasa Inggris.
  43. Pengaruh Motivasi Orang Tua terhadap Prestasi Siswa dalam Berbahasa Inggris di Sekolah
  44. Karakteristik Bentuk Test yang Digunakan untuk Mengukur Penguasaan Kosakata Siswa
  45. Upaya Peningkatan Pengajaran Pronunciation Melalui Media Internet
  46. Upaya Peningkatan Pengajaran Speaking Melalui Native Speakers
  47. Upaya Peningkatan Pengajaran Writing Melalui Media Internet
  48. Upaya Peningkatan Pengajaran Listening Melalui Media Internet
  49. Upaya Peningkatan Pengajaran Speaking Melalui Media Lingkungan Sekitar
  50. Upaya Peningkatan Pengajaran Writing Melalui Media Lingkungan Sekitar

Tuesday, October 1, 2013

Contoh Surat Kuasa Yang Baik dan Benar - Berikut ini adalah informasi mengenai Contoh Surat Kuasa Yang Baik dan Benar yang akan diulas kusus buat sobat semuanya. Buat sobat semua yang masih bingung bagaimana cara membuat surat kuasa yang benar, seperti apakah format penulisannya, dan apa saja yang perlu ditulis, silahkan simak baik-baik informasi yang satu ini.

Surat Kuasa adalah surat yang dibuat untuk memberikan kewenangan, salah satu contohnya adalah dalam mengambil gaji. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat surat kuasa yakni antara lain adalah sebagai berikut:

Surat Kuasa

  1. Tulis judul di atas yaitu Surat Kuasa, dalam hukum bisa berupa Surat Kuasa khusus maupun Surat Kuasa Substitusi.
  2. Cantumkan pihak – pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa kemudian tulis juga profil penerima kuasa.
  3. Tulis Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat bisa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, pengambilan cek, pengambilan barang , atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa.
  4. Penutup surat
  5. Tanggal dan tempat pembuatan surat
  6. Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa
  7. Selain itu terakhir juga bisa ditempel materai pada surat kuasa untuk menguatkannya secara hukum.
Berikut beberapa contoh surat kuasa yang baik dan benar:

CONTOH 1:
Yang bertanda tangan dibawah ini

Nama : ETY ZUNAIDAR
Jenis Kelamin : Wanita
Tempat Tanggal Lahir : Medan, 21 Juni 1973
Alamat : Cipondoh Makmur Blok E. IV/01
RT 07/05 Kel. Cipondoh Makmur. Kec. Cipondoh
No. KTP : 32.75.02.1002.08617.

Memberikan kuasa kepada

Nama : IRAWANSYAH HASIBUAN
Alamat : Puri Dewata Indah Blok. Ag. No. 27
RT. 03/02 Cipondoh Tangerang.
No. KTP : 367.105.13.00.02

Untuk pengambilan :

Satu Buah Yunit : BPKB Mobil Suzuki Baleno
Nopol : B. 2628 YH
Warna : Abu-abu Metalik
No. Mesin : G168-ID- 602036
No. Angka : MHDSY416VJ-102036.

Demikianlah Surat Kuasa ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana semestinya.

Tanggal, 20 Agustus 2013

Yang Diberi Kuasa Yang Memberikan Kuasa

( IRAWANSYAH HASIBUAN ) ( ETY ZUNAIDAR ) 

CONTOH 2:
Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama             :Ahmad Fahmi
Pekerjaan       : Pegawai
Alamat            : Jl. Maju Terus no 66

Melalui surat ini telah memberi kuasa kepada :

Nama             : Muhammad Rokim
Pekerjaan       : Tukang Kebun
Alamat            : Jl. Pelangi Indah No 14

Untuk mewakili atau bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa sebagai …. (jabatan / kekuasaan pemberi kuasa, sebutkan pula dasar kekuatan dari pemberi kuasa, misalnya adanya SK).

Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk… (tujuan pemberian kuasa).

Kekuasaan ini diberikan dengan hak untuk melimpahkan (recht van substitute) baik sebagian atau seluruhnya yang di kuasakan ini kepada orang lain.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

                                                                                        Juni ,______2011

Penerima kuasa                                                                  Pemberi Kuasa

                                                                                              Materai

Muhammad Rokim                                                             Ahmad Fahmi
Pengertian dan Contoh Paragraf Eksposisi - Inilah informasi mengenai Pengertian dan Contoh Paragraf Eksposisi yang akan diulas kusus buat kawan-kawan semua. Bagi kawan-kawan yang saat ini sedang mencari informasi mengenai pengertian dari paragraf eksposisi maupun contoh dari paragraf eksposisi silahkan simak baik-baik informasi berikut ini.

Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang berisi ide, pendapat, buah pikiran, informasi, atau pengetahuan yang ditulis dengan tujuan untuk memperluas wawasan pembaca. Paragraf eksposisi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: biasanya terdapat kata “adalah” dan merupakan informasi. Selanjutnya akan dibahas mengenai contoh paragraf eksposisi.

Pengertian dan Contoh Paragraf Eksposisi

Pengertian dan Contoh Paragraf Eksposisi

Dari penjabara deskripsi dari paragraf eksposisi di atas dapat diambil contoh dari paragraf eksposisi sebagai berikut:

"Ciplukan adalah tumbuhan semak yang biasa tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan saat musim penghujan. Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi antara 30-50 Cm, batangnya berwarna hijau kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning. Selain mempunyai rasa yang manis, ternyata buah ciplukan menyimpan beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan beberapa penyakit.
Pengertian dan Contoh Paragraf Deskripsi - Berikut ini adalah informasi mengenai Pengertian dan Contoh Paragraf Deskripsi. Ya, bagi anda yang sedang mencari informasi terkait definisi dari paragraf deskripsi ataupun contoh dari paragraf deskripsi silahkan simak baik-baik informasi yang satu ini.

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat. Paragraf deskripsi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ada objek yang digambarkan atau menggunakan panca indera. Selanjutnya akan dibahas contoh dari paragraf deskripsi.

Pengertian dan Contoh Paragraf Deskripsi

Pengertian dan Contoh Paragraf Deskripsi

Dari penjelasan mengenai pengertian paragraf deskripsi di atas dapat kita ambil contoh paragraf deskripsi sebagai berikut:

"Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina."
Pengertian dan Contoh Paragraf Narasi - Kali ini akan dibahas informasi terkait Pengertian dan Contoh Paragraf Narasi. Buat kawan-kawan yang belum tahu atau masih belum paham mengenai paragraf narasi bisa langsung simak baik-baik info berikut ini.

Paragraf Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang didalamya terdapat alur cerita, setting, tokoh dan konflik tetapi tidak memiliki kalimat utama. Paragraf narasi memiliki ciri-ciri: ada kejadian, ada palaku, dan ada waktu kejadian. Nah, di bawah ini akan kita bahas terkait contoh dari paragraf narasi.

Pengertian dan Contoh Paragraf Narasi

Pengertian dan Contoh Paragraf Narasi

Dari pengertian paragraf narasi di atas dapat kita ambil sedikit contoh paragraf narasi sebagai berikut:

"Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan,mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia."

Monday, September 23, 2013

Macam dan Jenis Metode Pembelajaran - Berikut ini adalah informasi terbaru mengenai Macam dan Jenis Metode Pembelajaran yang akan kita bahas khususnya buat anda semua. Buat anda semua yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi terutama berbasis pada keguruan pastinya tidak asing lagi dengan yang namanya metode pembelajaran.

Metode pembelajaran ialah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.

Macam dan Jenis Metode Pembelajaran

Berikut ada beberapa macam metode pembelajaran yang wajib anda ketahui diantaranya adalah metode ceramah, diskusi, dan masih banyak lagi. Untuk info lebih lengkap silahkan anda lihat di bawah ini:

1. Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode diskusi ( Discussion method )
Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

3. Metode demontrasi ( Demonstration method )
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

4. Metode Ceramah Plus
Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).
Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.
Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1). Penyampaian materi oleh guru.
2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3). Pemberian tugas kepada siswa.
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)
Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)

5. Metode Resitasi ( Recitation Method )
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri (http://re-searchengines.com/art05-65.html).
Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

6. Metode Percobaan ( Experimental Method )
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)
Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.
Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) adalah : (a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen,mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. (b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat. (c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. (d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.
Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.
Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
Kekurangan metode eksperimen :
(a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. (c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.
Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.
Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.
Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.
Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : (1) percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. (2) pengamatan, merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. (3) hipoteis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. (4) verifikasi , kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. (5) aplikasi konsep , setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. (6) evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep.
Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, , maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain , siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan .
Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah.

7. Metode Karya Wisata
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. Menurut Roestiyah (2001:85) , karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya.
Menurut Roestiyah (2001:85) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan, dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan, (b) Pelaksanaan karya wisata, dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu, (c) Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya.
Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka, (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka, (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek, (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu.
Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna, ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah, sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah, maka perlu mempergunakan transportasi, dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah, maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. Bila tempatnya jauh, maka guru perlu memikirkan segi keamanan, kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut, perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.
Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis, kepada peserta secara langsung, (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya, (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil, (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir.
Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan, (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi, (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal.
Menurut Djamarah (2002:105), pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.
Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat, (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa, (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah, (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata, (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsure studinya menjadi terabaikan, (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.
Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar.
Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar, (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah, (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis, (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum, apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum, jika ya, karya wisata dapat dilaksanakan, (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis, dan sistematis, (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, efek pembelajaran, serta iklim yang kondusif. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak, apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan, memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu, membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang.

8. Metode Latihan Keterampilan ( Drill Method )
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.

9. Metode Mengajar Beregu ( Team Teaching Method )
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

10. Metode Mengajar Sesama Teman ( Peer Teaching Method )
Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

11. Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving Method )
Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

12. Metode Perancangan ( Project Method )
yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :
a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :
a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

13. Metode Bagian ( Teileren Method )
yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

14. Metode Global (Ganze method )
yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

15. Metode Discovery
Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery, hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif, (b) Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa, (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain, (d) Dengan menggunakan strategi penemuan, anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri, (e) dengan metode penemuan ini juga, anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan.
Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi.
Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Menurut Encyclopedia of Educational Research, penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.
Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya.
Langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan menurut Suryosubroto (2002:197) yang mengutip pendapat Gilstrap (1975) adalah: (a) Menilai kebutuhan dan minat siswa, dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tujuan yang berguna dan realities untuk mengajar dengan penemuan, (b) Seleksi pendahuluan atas dasar kebutuhan dan minat siswa, prinsip-prinsip, generalisasi, pengertian dalam hubungannya dengan apa yang akan dipelajarai, (c) Mengatur susunan kelas sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar dengan penemuan, (d) Berkomunikasi dengan siswa akan membantu menjelaskan peranan penemuan, (e) menyiapkan suatu situasi yang mengandung masalah yang minta dipecahkan, (f) Mengecek pengertian siswa tentang maslah yang digunakan untuk merangsang belajar dengan penemuan, (g) Menambah berbagai alat peraga untuk kepentingan pelaksanaan penemuan, (h) memberi kesempatan kepada siswa untuk bergiat mengumpulkan dan bekerja dengan data, misalnya tiap siswa mempunyai data harga bahan-bahan pokok dan jumlah orang yang membutuhkan bahan-bahan pokok tersebut, (i) Mempersilahkan siswa mengumpulkan dan mengatur data sesuai dengan kecepatannya sendiri, sehingga memperoleh tilikan umum, (j) Memberi kesempatan kepada siswa melanjutkan pengalaman belajarnya, walaupun sebagian atas tanggung jawabnya sendiri, (k) memberi jawaban dengan cepat dan tepat sesuai dengan data dan informasi bila ditanya dan diperlukan siswa dalam kelangsungan kegiatannya, (l) Memimpin analisisnya sendiri melalui percakapan dan eksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, (m) Mengajarkan ketrampilan untuk belajar dengan penemuan yang diidentifikasi oleh kebutuhan siswa, misalnya latihan penyelidikan, (n) Merangsang interaksi siswa dengan siswa, misalnya merundingkan strategi penemuan, mendiskusikan hipotesis dan data yang terkumpul, (o) Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkat yang sederhana, (p) Bersikap membantu jawaban siswa, ide siswa, pandanganan dan tafsiran yang berbeda. Bukan menilai secara kritis tetapi membantu menarik kesimpulan yang benar, (q) Membesarkan siswa untuk memperkuat pernyataannya dengan alas an dan fakta, (r) Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan, misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya atau guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa siswa yang mengidentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri, (s) membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip, aturan ide, generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalah semula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan, (t) Mengecek apakah siswa menggunakan apa yang telah ditemukannya, misalnya teori atau teknik, dalam situasi berikutnya, yaitu situasi dimana siswa bebas menentukan pendekatannya.
Sedangkan langkah-langkah menurut Richard Scuhman yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:199) adalah : (a) identifikasi kebutuhan siswa, (b) Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian, konsep dan generalisasi yang akan dipelajari, (c) Seleksi bahan, dan problema serta tugas-tugas, (d) Membantu memperjelas problema yang akan dipelajari dan peranan masing-masing siswa, (e) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan, (f) Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa, (g) Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan, (h) Membantu siswa dengan informasi, data, jika diperlukan oleh siswa, (i) memimpin analisis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, (j) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa, (k) memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan, (l) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya.
Metode discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto (2002:200) yaitu: (a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu, (b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer, (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan, (d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri, (e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus, (f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan, (g) Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya, (h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.
Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain, (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional, (d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan, (e) dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkin tidak ada, (f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti.
Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metode yang berangkat dari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagai subyek di samping sebagai obyek pembelajaran. Mereka memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
Proses pembelajaran harus dipandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk merasa terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pengajaran yang demokratis, sehingga diharapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru.
Ada lima tahap yang harus ditempuh dalam metode discovery menurut Rohani(2004:39) yaitu: (a) Perumusan masalah untuk dipecahkan peserta didik, (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis, (c) Peserta didik mencari informasi , data, fakta, yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis, (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi, (e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasidalam situasi baru.
Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.
Pada metode discovery, situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery, maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri.
Penggunaan metode discovery ini guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga metode discovery menurut Roestiyah (2001:20) memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta panguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/ pengenalan siswa, (b) Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi / individual sehingga dapat kokoh atau mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut, (c) Dapat meningkatkan kegairahan belajar para siswa.
Metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar.
Cara mengajar dengan metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) menempuh langkah-langkah sebagai berikut: (a) Adanya masalah yang akan dipecahkan, (b) Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik, (c) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas, (d) harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan, (e) Sususnan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, (f) Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data, (g) Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik.

16. Metode Inquiry
Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234).
Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan, melontarkan pertanyaan, memberikan komentar, dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif, dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi.
Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian , melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis , dan kritis. Macam Metode Pembelajaran.
Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa, 2005:235).
Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa, 2005:236).
Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas, dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan, kemudian mereka mempelajari, meneliti, atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno, dan terjadilah diskusi secara luas. Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan, hal itu perlu diperhatikan.
Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat, menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, dan sebagainya. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry.
Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan, dan sebagainya.