The medical doctor came quickly to exam the little boy. After he opened the blanket, he saw a cell phone inside the blanket. There was a text message on the screen. It said,” If you can survive, you must remember that I love you.” This cell phone was passing around from one hand to another. Every body that read the message wept. ” If you can survive, you must remember that I love you.” Such is the mother’s love for her child!!
Inilah 15 Foto Gaya Rambut Syahrini Yang Fenomenal di Dunia Maya
Saya akan berbagi foto-foto rambut syahrini yang bisa anda jadikan referensi untuk mengubah gaya rambut Anda!
Souvenir Murah Harga Grosir Hanya Seribuan (Rp. 1000 - Rp. 3000)
Berbagi pengalaman referensi souvenir murah, Agan-agan yang lagi pada bingung mempersiapkan souvenir buat pernikahan, namun uang agan sangat terbatas sedangkan acara agan ingin berjalan sangat spesial dengan hadiah souvenir yang lucu namun harga terjangkau
Inilah koleksi tas-tas hermes mahal dan mewah princess syahrini
Tas atau hermes bag memang tak bisa dilepaskan dari fashion wanita, apalagi beberapa fashionista kerap dengan tegas menyebutkan tas adalah 70 persen dari gaya mereka. Bukan hanya sekedar masalah gaya, beberapa pecinta tas mengumpamakannya sebagai kawan karib sendiri yang selalu mereka bawa ke manapun mereka pergi.
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Friday, December 23, 2011
8:41 AM
sheva
Merenda hari,
Dengan jari jemari yang sudah kaku
Melewatinya,
Dalam seribu satu bahasa kalbu
Dalam belaian seputih salju
Dalam rindu, aku mengenangmu
Ketika guruh meronta berlapiskan kilatan
Kau memelukku, dalam ketidak berdayaanmu
Melangkah, walau sering terantuk batu, untukku
Meneteskan,kesedihan dalam butir air mata, juga utukku
Mengitari jagat,
Melanglang buana,
Mencari keteduhan dari terik sang surya yang marah
Untuk melindungiku
Menutupi guyuran bulir-bulir tercurah agar kering tubuhku
Gemeretak gigilan beku,mendekap erat aku
Ketika ada dua bulir dalam piring periuk
Kau berikan tak bersisa, untukku
Kasih setiamu
Sepanjang jalan dalam liku kehidupan
Tak terukur dengan hanya sepanjang tangga dariku
Kelembutan dalam balutan kulit keriput,tua renta
Sepancar senyuman penuh kasih indah terukir slalu
Sampai pada akhir menjelang waktu
Kau berpulang dan pergi jauh
Tinggalkan aku dalam erangan membahana bumi
Tak lagi ada dekapan erat penuh haru
Tak ada lagi tatapan putih sebersih mega di cakrawala
Untukku
Dalam memori kenangan syahdu
Yang terukir manis dalam hati sanubariku, anakmu
Yang membekas kelam bagai mangsi tumpah
Dalam secarik kain bersih berselimutkan sutra,
Aku tahu, senyummu dari tempat nun jauh tinggi disana
Menghias langit dalam raga debu jatuh ke bumi
Aku tahu dekapan tetap erat, meyelimuti siang dan malam
Dalam kehidupan ku
Untuk mu ibu,
Wanita terindah dalam hidupku
Sumber inspirasiku
Prasasti bukti cinta terbesar dalam hidupku
Untukmu ibu,
Wanita terkuat dalam lika liku jalan kehidupan
Yang tak pernah gentar menghadapi mentari bersinar
Berdiri tak bergeming dalam kelembutan cinta
Bersabar dalam panjangnya jembatan penuh aral dan batu
Untukmu ibu,
Malaikat dalam paras manusia tak berdaya
Pelindung dalam kerapuhan kodrati
Tapi sekali lagi
Lebih perkasa dari panglima dalam medan laga
Lebih kuat dari pohon beringin yang kekar menancap bumi
Untukmu ibu,
Yang terkasih dan tak akan pernah tergantikan
Oleh apapun
Dalam kehidupan ku.
Terimakasih ibu….
Aku mencintaimu,
Dalam kerinduan tak berujung labuh.
When her house was falling, she used her body to make a cover to protect her son.
The medical doctor came quickly to exam the little boy. After he opened the blanket, he saw a cell phone inside the blanket. There was a text message on the screen. It said,” If you can survive, you must remember that I love you.” This cell phone was passing around from one hand to another. Every body that read the message wept. ” If you can survive, you must remember that I love you.” Such is the mother’s love for her child!!
The medical doctor came quickly to exam the little boy. After he opened the blanket, he saw a cell phone inside the blanket. There was a text message on the screen. It said,” If you can survive, you must remember that I love you.” This cell phone was passing around from one hand to another. Every body that read the message wept. ” If you can survive, you must remember that I love you.” Such is the mother’s love for her child!!
Keterangan gambar :Seorang ibu yang mati mendekap anaknya ketika sebuah bencana alam terjadi menimpa mereka
UNTUK SEMUA IBU DI DUNIA
SELAMAT HARI IBU.
22 DESEMBER 2011
by :
Friday, April 1, 2011
11:34 AM
sheva
Suaramu merdu
Tawamu lucu
Perkataanmu penuh arti buatku
Suaramu begitu ,memporak poranda hatku
Juga begitu membuat penasaran aku
Ternyata semua hanya palsu
Wajahmu menipuku
Perangaimu membodohiku
Sifatmu membelengguku
Ternyata kamu hanya penipu
Yang menyiksa hidupku
Untung aku berlari tanpa pernah menoleh
Dan bergegas menghilang tanpa ragu dalam selimut kalbu
Berserakan sudah pasir di sehamparan dermaga labuan
Hilang bagai asap ditelan angin
Itulah pengalaman tak terbayar
Dari kehidupan yang tak terprogram
Datang dan langsung digapai
Tanpa pernah melihat pelangi itu tak lagi berwarna
Aku,
Dalam tertawa malu
Dalam kesendirian yang memerdekakanku
Bahagia laksana tawa bahana semesta bumi
Aku,
Malu
KepadaMu...
Sunday, April 4, 2010
2:10 AM
sheva
Awal.
Kuterima kamu sebagai seorang putri
Kuraih dan kupegang erat
Dalam sebuah perhelaan
dalam sebuah persimpangan, tak pasti
Tak ada lagi asal kelabu,
Aku tidak mau tahu.
Biarkan semua itu hilang berlalu
Dan jadi cerita lalu
Yang ada sekarang hanya kamu
Kamu dengan sejuta cerita sedihmu
Kamu dengan semua sedu sedanmu
Dan kamu dengan semua puzzle hidupmu
Aku tahu
dan Tak lagi ragu
Kembali kukatakan yang lalu
Biarlah jadi cerita lalu
Tapi tetap.
Debu kembali menjadi debu
Dari tanah kembali ke tanah
Tiada ada lagi asmara
Ataupun cinta buta
Tiada ada lagi mesra
atau senyum menggoda
Bagiku kamu ternyata tetap kamu
Yang tak berubah dengan semua kehidupan lalumu
Yang gilang gemilang bak mutiara
Yang berkilau bak intan di samudra raya
Tapi ternyata kelam seperti laut hitam
Dan gelap seperti dunia orang mati
Semua panglima, dan penatua
Semua benteng dan barikade
Musnah,kuhancurkan
Dan remuk tak berbekas, kululuhlantakan
tak bersisa
Hingga semua terbuka dari yang tertutup
Dan semua bahagia, dari yang sedih nestapa
Apalagi yang perlu kuperbuat
Kalau hanya muka berhadap muka
Dan nyawa bertarung jiwa
Tak ada sangsi dan tak ada lagi ragu
Tak mundur demi setapakpun
Jika aku memang mau, aku tahu.
Dan tiada yang bisa menghalangiku
Tapi kau memang bukan untukku
Yang kembali lagi, tak jemu,
Dalam hidup lalumu
Yang kembali lagi, tak jemu,
Membuatku malu
Mungkin jika jalan masih panjang
Harapan , kesempatan dan juga waktu
Aku ingin semua menjadi baru
Karena kau membutakan mataku
Dan menghancurkan duniaku
Pergilah dari hidupku
Dan biarkan aku
Yang tak tahu
Dan tak pilu
untuk bisa menghapusmu
Dari relung hati dan jiwaku..
Dulu itu kaku,
Dulu itu mustahil
Tapi sekarang mudah,
Seperti membalik telapak tanganku
Karena bagiku, kamu bukan cerita lalu
Tapi kamu cerita yang tak pernah ada
Hiduplah dalam duniamu, dan aku dalam duniaku
Hiduplah dengan maumu, dan aku dengan mauku
Hiduplah kamu dengan kemunafikanmu, dan aku dengan kejujuranku
Kuterima kamu sebagai seorang putri
Kuraih dan kupegang erat
Dalam sebuah perhelaan
dalam sebuah persimpangan, tak pasti
Tak ada lagi asal kelabu,
Aku tidak mau tahu.
Biarkan semua itu hilang berlalu
Dan jadi cerita lalu
Yang ada sekarang hanya kamu
Kamu dengan sejuta cerita sedihmu
Kamu dengan semua sedu sedanmu
Dan kamu dengan semua puzzle hidupmu
Aku tahu
dan Tak lagi ragu
Kembali kukatakan yang lalu
Biarlah jadi cerita lalu
Tapi tetap.
Debu kembali menjadi debu
Dari tanah kembali ke tanah
Tiada ada lagi asmara
Ataupun cinta buta
Tiada ada lagi mesra
atau senyum menggoda
Bagiku kamu ternyata tetap kamu
Yang tak berubah dengan semua kehidupan lalumu
Yang gilang gemilang bak mutiara
Yang berkilau bak intan di samudra raya
Tapi ternyata kelam seperti laut hitam
Dan gelap seperti dunia orang mati
Semua panglima, dan penatua
Semua benteng dan barikade
Musnah,kuhancurkan
Dan remuk tak berbekas, kululuhlantakan
tak bersisa
Hingga semua terbuka dari yang tertutup
Dan semua bahagia, dari yang sedih nestapa
Apalagi yang perlu kuperbuat
Kalau hanya muka berhadap muka
Dan nyawa bertarung jiwa
Tak ada sangsi dan tak ada lagi ragu
Tak mundur demi setapakpun
Jika aku memang mau, aku tahu.
Dan tiada yang bisa menghalangiku
Tapi kau memang bukan untukku
Yang kembali lagi, tak jemu,
Dalam hidup lalumu
Yang kembali lagi, tak jemu,
Membuatku malu
Mungkin jika jalan masih panjang
Harapan , kesempatan dan juga waktu
Aku ingin semua menjadi baru
Karena kau membutakan mataku
Dan menghancurkan duniaku
Pergilah dari hidupku
Dan biarkan aku
Yang tak tahu
Dan tak pilu
untuk bisa menghapusmu
Dari relung hati dan jiwaku..
Dulu itu kaku,
Dulu itu mustahil
Tapi sekarang mudah,
Seperti membalik telapak tanganku
Karena bagiku, kamu bukan cerita lalu
Tapi kamu cerita yang tak pernah ada
Hiduplah dalam duniamu, dan aku dalam duniaku
Hiduplah dengan maumu, dan aku dengan mauku
Hiduplah kamu dengan kemunafikanmu, dan aku dengan kejujuranku
Karena ternyata, kamu memang bukan untukku,
Dan ratusan hari yang kulalui bersamamu
Tak bisa merubahmu
Sia sia….
semua sia sia…dan tak berguna
Karena kamu memang bukan untukku
Akhir….
Dan kulepas kamu, tetap sebagai seorang putri.
by smile
ApriL,04th -2010
Biarlah Dari debu kembali menjadi debu
Dan tanah kembali menjadi tanah
Thursday, March 25, 2010
11:23 PM
sheva
Bayang itu tak Hilang ! ! !
Tak pergi apalagi menjauh
Semakin kubuang semakin dekat melekat
Kucoba mengalih pandang
Dan membalik angan
Tak pergi apalagi menjauh
Semakin kubuang semakin dekat melekat
Kucoba mengalih pandang
Dan membalik angan
Agar hilang tak berbekas
Dan sirna musnah tak ada sisa
Dan sirna musnah tak ada sisa
Kuhantamkan kepalan ini
kutendangkan kaki ini
Kuteriakan marah ini
Hanya untuk berkata : PERGI!
Bukan hanya sehari
Atau seminggu dan berbulan pasti
Tapi sudah bertahun panjang memori
Tak juga pergi, selalu kembali..
PERGI ! ! !
Itu kataku hari ini
Itu kataku bulan ini
Itu kataku tahun ini
Itu kataku bulan ini
Itu kataku tahun ini
dan apa yang terjadi?
Tetap kembali dan selalu kembali lagi
Tetap kembali dan selalu kembali lagi
Lelah sudah aku kini
Kenapa tak bisa sirna dan pergi?
Ku mulai lagi,
kamu memang cantik
tubuhmu menawan,harum mu mewangi
Merah merekah bibirmu, dan begitu ceria dan manis senyummu
Kau tak pergi disaat aku besar emosi
Kau menyapa disaat aku diam termenung
Kau mendengar disaat aku bertutur
Kau memeluk disaat aku sendiri dalam sepi
Kau mengangkatku disaat aku terjatuh, dan tak berdaya
Tak ada satupun yang bisa lupakan itu
Sehingga kata PERGI tak lagi mampu
Aku tahu kau tak memintaku
Aku tahu kau tak memaksaku
Aku tahu rasa kasihmu padaku
Bagaimana aku bisa berkata PERGI
dan berharap kau menjauh?
Itu semua hanya karena aku takut kehilanganmu.
Tapi aku tak bisa memilikimu
Tapi aku tak bisa memilikimu
Semua berakhir dengan tak pasti
Atau terus berlangsung tak bertepi?
Aku mengasihimu, tapi tidak mencintaimu
Aku menyayangmu, tapi tak mau memilikimu
Aku hanya tak mau kehilanganmu, dan tak mau semuanya cepat berlalu
Walau selalu aku katakan PERGI!
dan sirnalah dari hidupku
itu semua palsu, dan harap kau tahu
Kalau pergi itu adalah tinggal
karena aku. ingin kau tahu
Tak ada yang bisa menggantikanmu
Saturday, February 20, 2010
9:51 AM
sheva
Hempaskan aku, dalam samudra biru,..nan lugu
Riakkan aku, dalam mesranya gelombang lautmu
Biarkan aku terlena,dan terpana jiwa
Dalam mahligai rasa, asa dan peluk mesra
Berserak bagai pasir berbisik
Berkilau, bak mutiara kilau kemilau
Biarkan aku menikmati
Apa yang dapat dan terus aku sukai
Sejati, dan tak akan pergi
Karena hatiku terpaut marut disini
Bimbang bukan lagi pasti
Sedih bukan lagi hati
Bahagia terus menanti
Dan bunga merah harum mewangi
Biarkan semua itu tak terjamah, sentuh,...bila......
Lepaskan semua itu tak terkira,....,jika…
Hanya merasakan jiwa tak berbalut dosa
Bebas lepas dan tiada ada dusta
Biarkan aku terus merasa..
Karena satu keyakinanku utuh
Pasti dan tak ada ragu
Sedalam relung hati mengadu…
Sebalut luka lama tersimpan
Hilang pergi dan menguap sirna
Kembali, biarkan aku
Menikmati walau hanya sepenggal waktu
Dalam dunia tak berbatas
Dalam khayalan tak berujung,
Dan dalam lamunan tak bertepi
Kembali,..biarkan aku
Merasakan bahasa kalbu
Dari hati sensasi jiwaku
Hanya untuk bisa bersamamu,
Walau hanya untuk sepenggal waktu
Karena tak ada kesal dan sesal
Yang hinggap, berbekas, meninggal luka
Biarkan saja, dan kembali, bawa aku dalam hempasan samudra biru,..
Untukmu,..yang pernah bersamaku..
Terimakasih mengisi sisi lain hidupku..
Walau hanya untuk sepenggal waktu
Smile, Februari 20th -2010
This poetry dedicated to my best friend
Go For,..Don’t ever GIVE UP
And u’ll fine the best, someday.
Riakkan aku, dalam mesranya gelombang lautmu
Biarkan aku terlena,dan terpana jiwa
Dalam mahligai rasa, asa dan peluk mesra
Berserak bagai pasir berbisik
Berkilau, bak mutiara kilau kemilau
Biarkan aku menikmati
Apa yang dapat dan terus aku sukai
Sejati, dan tak akan pergi
Karena hatiku terpaut marut disini
Bimbang bukan lagi pasti
Sedih bukan lagi hati
Bahagia terus menanti
Dan bunga merah harum mewangi
Biarkan semua itu tak terjamah, sentuh,...bila......
Lepaskan semua itu tak terkira,....,jika…
Hanya merasakan jiwa tak berbalut dosa
Bebas lepas dan tiada ada dusta
Biarkan aku terus merasa..
Karena satu keyakinanku utuh
Pasti dan tak ada ragu
Sedalam relung hati mengadu…
Sebalut luka lama tersimpan
Hilang pergi dan menguap sirna
Kembali, biarkan aku
Menikmati walau hanya sepenggal waktu
Dalam dunia tak berbatas
Dalam khayalan tak berujung,
Dan dalam lamunan tak bertepi
Kembali,..biarkan aku
Merasakan bahasa kalbu
Dari hati sensasi jiwaku
Hanya untuk bisa bersamamu,
Walau hanya untuk sepenggal waktu
Karena tak ada kesal dan sesal
Yang hinggap, berbekas, meninggal luka
Biarkan saja, dan kembali, bawa aku dalam hempasan samudra biru,..
Untukmu,..yang pernah bersamaku..
Terimakasih mengisi sisi lain hidupku..
Walau hanya untuk sepenggal waktu
Smile, Februari 20th -2010
This poetry dedicated to my best friend
Go For,..Don’t ever GIVE UP
And u’ll fine the best, someday.
9:48 AM
sheva
Kumerindukanmu, bukan karena parasmu…
Dan wajah cantikmu..
Dan wajah cantikmu..
Kumerindukanmu, bukan karena tawa
Dan senyum manismu…
Kumerindukanmu,…….
Karena perhatian dan keperdulianmu.
Kumerindukanmu,.......
Karena Kasih dan cinta tulusmu, padaku…
Karena Kasih dan cinta tulusmu, padaku…
Dalam setiap tarikan nafasku,..
Tersirat arti kebersamaan bersamamu…
Dan dalam relung hatiku,
Ku membutuhkanmu,….|
Seperti kau menyayangiku.
Tiada kata yang lebih indah
Dari kalimat yang teruntai
Kalau kau mempesonakan duniaku..
Menjadi pagi dan matahariku
Menjadi senja dan pelangiku
Menjadi malam dan rembulanku
Menjadi malam dan rembulanku
Yang selalu mengisi hari hari hidupku
Dengan segala cinta dan kasih setiamu
Untukku,…
Bagi rasa dan pikirku,
Bagi hari nafas hidupku
Cuma satu yang terbaik sepertimu
Engkaulah malaikat ku
Monday, February 15, 2010
10:19 AM
sheva
Sebuah kumpulan….seluas samudra dan jagat raya.
Membebani, apakah harus pergi, atau harus tinggal.
Dengan 1001 karakter…
Dengan 1001 tafsir mimpi…
Dengan 1001 pemikiran…
Dengan 1001 kebenaran…
Dalam negeri 1001 malam
Dalam dunia 1001 mimpi
Membuka dan mencuci bersih…
Atau menutup menjadi gelap dan nampak hitam?
Berawal dari sebuah keisengan,
yang akhirnya mungkin menjadi seperti NARKOBA, yang mencandukan
Bingung dan galau, menanti tapi tiada yang dinanti.
Menghilang, tapi ingin kembali.
Susah untuk ditinggalkan, tapi lebih susah untuk tinggal didalamnya.
Sekilas datang dan sekilas pergi.
Mungkin juga satu nyawa beribu nama, atau satu nama beribu jiwa.
Datang mengendap dan kemudian lari.
Datang dengan gagah dan kemudian menepi.
Atau datang dengan malu malu dan kemudian jadi berani.
Atau bingung dan kemudian mengerti.
Bahkan yang mengerti bisa menjadi sangsi.
Untuk apakah sebenarnya tempat ini?
Menempa diri dengan ilmu pasti?
Mencari yang nyata atau tak nyata?
Mencari kebenaran atau kekeliruan?
Dibenarkan atau disalahkan?
Dipuji atau dihina?
Dipuja atau ditinggalkan?
Didaulat atau dijatuhkan?
Belajar memahami atau dipahami?
Belajar atau mengajar?
Mendidik atau dididik?
Berdiri atau berlari?
Bagai guru kencing berdiri dan murid kencing berlari?
Atau bagai rabbi dan para kiai?
Yang berbicara lembut tapi pasti….
Atau bicara lantang namun tak berarti.
Kemudian hilang pergi dan mati?
Bagaimana nasib yang ditinggalkan?
Apakah harus berteriak – menjerit – dan marah?
Ataukah harus diam, bingung dan pasrah?
Sungguh menuju kepersimpangan
Dikala lampu tak menyala
Atau justru semua menyala?
Disaat gelap bersinar lilin terang
Disaat terang melintas kabut gelap
Mungkin semua tak nyata
Tapi ketidaknyataan itu melampui yang nyata
Satu sumber, Dua sumber, ataukah banyak sumber sumber?
Yang harus ditunggu sehingga muncul dan mengalir
Atau harus ditinggal dan dibiarkan kering dan kerontang?
Sumber yang pasti dengan penunggu yang antri
Atau dengan misteri dan tak ada yang perduli lagi?
Mungkin akhirnya akan mengetahui…
Dan mengambil sebuah keputusan
Atau mungkin juga tidak
Bahkan tak akan pernah mengerti
Untuk apa semuanya ini?
Mungkin sudah seharusnya mengetahui:
Kapan harus pergi…
Kapan harus berlari…
Kapan harus berhenti…
Kapan harus kembali…
Karena cintaku, masih tertinggal disini…..
By smile
Membebani, apakah harus pergi, atau harus tinggal.
Dengan 1001 karakter…
Dengan 1001 tafsir mimpi…
Dengan 1001 pemikiran…
Dengan 1001 kebenaran…
Dalam negeri 1001 malam
Dalam dunia 1001 mimpi
Membuka dan mencuci bersih…
Atau menutup menjadi gelap dan nampak hitam?
Berawal dari sebuah keisengan,
yang akhirnya mungkin menjadi seperti NARKOBA, yang mencandukan
Bingung dan galau, menanti tapi tiada yang dinanti.
Menghilang, tapi ingin kembali.
Susah untuk ditinggalkan, tapi lebih susah untuk tinggal didalamnya.
Sekilas datang dan sekilas pergi.
Mungkin juga satu nyawa beribu nama, atau satu nama beribu jiwa.
Datang mengendap dan kemudian lari.
Datang dengan gagah dan kemudian menepi.
Atau datang dengan malu malu dan kemudian jadi berani.
Atau bingung dan kemudian mengerti.
Bahkan yang mengerti bisa menjadi sangsi.
Untuk apakah sebenarnya tempat ini?
Menempa diri dengan ilmu pasti?
Mencari yang nyata atau tak nyata?
Mencari kebenaran atau kekeliruan?
Dibenarkan atau disalahkan?
Dipuji atau dihina?
Dipuja atau ditinggalkan?
Didaulat atau dijatuhkan?
Belajar memahami atau dipahami?
Belajar atau mengajar?
Mendidik atau dididik?
Berdiri atau berlari?
Bagai guru kencing berdiri dan murid kencing berlari?
Atau bagai rabbi dan para kiai?
Yang berbicara lembut tapi pasti….
Atau bicara lantang namun tak berarti.
Kemudian hilang pergi dan mati?
Bagaimana nasib yang ditinggalkan?
Apakah harus berteriak – menjerit – dan marah?
Ataukah harus diam, bingung dan pasrah?
Sungguh menuju kepersimpangan
Dikala lampu tak menyala
Atau justru semua menyala?
Disaat gelap bersinar lilin terang
Disaat terang melintas kabut gelap
Mungkin semua tak nyata
Tapi ketidaknyataan itu melampui yang nyata
Satu sumber, Dua sumber, ataukah banyak sumber sumber?
Yang harus ditunggu sehingga muncul dan mengalir
Atau harus ditinggal dan dibiarkan kering dan kerontang?
Sumber yang pasti dengan penunggu yang antri
Atau dengan misteri dan tak ada yang perduli lagi?
Mungkin akhirnya akan mengetahui…
Dan mengambil sebuah keputusan
Atau mungkin juga tidak
Bahkan tak akan pernah mengerti
Untuk apa semuanya ini?
Mungkin sudah seharusnya mengetahui:
Kapan harus pergi…
Kapan harus berlari…
Kapan harus berhenti…
Kapan harus kembali…
Karena cintaku, masih tertinggal disini…..
By smile
9:45 AM
sheva
Ketika sendiri, aku merasa sepi
Sepi dan sendiri, aku benci…
Ketika benci berkecamuk
Dan kesendirian menyelimuti
Hadirlah kamu…wanita ku
Membawa sejuta asa, dalam hati ku bertanya
Menghadirkan riang dan membuat tawa
Apakah Itu aku suka?
Ketika datang, diam dan bersama
Apakah itu aku mau?
Ketika berkata kamu membuat hidupku berarti , aku katakan belum
Dan sewaktu kamu berkata aku mengerti dan mengisi harimu,
Aku katakan tidak
Adilkah?
Dan ketika bagi kamu cinta butuh pengorbanan,
Aku juga katakan tidak
Saat kamu bercerita tentang saling melengkapi dan mengisi,
Aku juga tidak sependapat
Cinta bagiku itu seperti sebuah gelas berisi
Tidak kosong dan tidak retak
Tidak juga penuh dan kemudian pecah
Sepertinya sederhana, dikatakan dan diteorikan banyak orang
Tapi bagiku cinta tetap cinta
Semuanya carut marut, dan ada yang mengatakannya tumpah ruah
Tak ada yang mengerti cinta,
Dan tak ada yang mau terus berkorban, sia sia
Juga mengisi, tiada henti, dan akhirnya hampa
Dicari pergi,didiamkan tumbuh,
Dibahas rumit, dan direnungkan pelik
Setiap orang merasakan cinta
Dengan berbagai macam keadaannya
Dan berbagai teori dan jawabannya
Bagiku, sekali lagi tidak.
Cinta itu kasih dan kasih itu cinta
Apakah demikian, aku juga tak akan mengatakannya
Sebagian bilang sebuah cinta pasti punya kenangan
Bagiku tetap tidak, dan tak ada lagi gunanya untuk dikenang
Cinta buat sebagian manusia bisa disimpan,
Dalam sebuah sisi didalam hati...
Bagiku, itu dusta
Bagiku sekali lagi, cinta cuma cinta,
Dan cinta tetaplah cinta
Membuang waktu dalam hidup untuk cinta, buat apa?
Hidup tanpa cinta, juga merana dan sengsara
Cinta sampai ajal menjemput?
Hebatkah?
Cinta terikrar sebagai sebuah janji mati?
Mungkinkah?
Jadi untuk apa kehadiranmu, wanitaku?
Kalau aku tak bisa menafsirkannya
Dan tak kuasa menerimanya,
Tapi sedih untuk ditinggalkannya?
Bagiku cinta mula mula begitu bergelora
Tiada kamu, tiada hari yang terasa
Tiada sosok, hatiku resah gundah dan gulana
Tapi itu dulu, dan saat ini, aku berdiri,tegar
Menikmati saja hari hariku bersamamu,wanitaku
Tiada takut dan cemas lagi
Biarkan saja seperti air yang mengalir
Dari sungai sampai kelaut………..
Lepas………
Bebas………
Mungkin suatu saat akan berlabuh…
Atau mungkin diam ditengah samudra…
Biarlah semua itu terjadi apa adanya
Andaikan saja aku bisa seperti DIA
Sang Maha segala galanya,tapi sayang,…
Aku hanya manusia.
Karena bagiku :
CINTA itu CINTA
smile
Juni 2009, sebuah arti cinta
Dariku,….yang berarti , bahwa ::
Cinta cuma cinta.
Cinta hanya cinta
Dan selamanya, cinta tetap cinta
Untuk aku, dan semua manusia
8:52 AM
sheva
Bukan ingin mengenang lalu
Ataupun menangis mengharu biru
Dan mengulangi cerita dulu
Ataupun hasrat untuk kembali
Hanya mengutarakan curahan hati
Dari dalam lubuk dan sanubari
Tak ada lagi janji terucap
Dari penantian yang tak pasti
Kandas, seperti kapal karam di laut lepas
Perih dan pedih bagai kulit yang tersayat
Keindahan tak lagi nampak
Ketulusan tak lagi teruji
Kesetiaan terbias angin
Kata mesra berganti benci
Awal senang berakhir duka
Yang putih bersih menjadi hitam nan kelam
Terberai dan berserakan
Menjadi serpihan dan keping retak
Tapi angin tetap bertiup
Dan matahari tetap bersinar
Tuntas sudah tak bersambung
Kubur sudah tak melambung
Mencari dan tak menemukan
Berdiam dan akan mendapatkan
Berkorban tak akan terbayarkan
Cerita Lalu tinggalah lalu
Tak ada kenangan yang harus dikenang
Tak ada sedih yang harus ditangisi
Sendiri, namun tak sendiri
Kuat dan berakhir tegar
Maju tak akan mundur
Menyongsong hari, berangan pasti
Mendapat jawaban suatu hari nanti

Ataupun menangis mengharu biru
Dan mengulangi cerita dulu
Ataupun hasrat untuk kembali
Hanya mengutarakan curahan hati
Dari dalam lubuk dan sanubari
Tak ada lagi janji terucap
Dari penantian yang tak pasti
Kandas, seperti kapal karam di laut lepas
Perih dan pedih bagai kulit yang tersayat
Keindahan tak lagi nampak
Ketulusan tak lagi teruji
Kesetiaan terbias angin
Kata mesra berganti benci
Awal senang berakhir duka
Yang putih bersih menjadi hitam nan kelam
Terberai dan berserakan
Menjadi serpihan dan keping retak
Tapi angin tetap bertiup
Dan matahari tetap bersinar
Tuntas sudah tak bersambung
Kubur sudah tak melambung
Mencari dan tak menemukan
Berdiam dan akan mendapatkan
Berkorban tak akan terbayarkan
Cerita Lalu tinggalah lalu
Tak ada kenangan yang harus dikenang
Tak ada sedih yang harus ditangisi
Sendiri, namun tak sendiri
Kuat dan berakhir tegar
Maju tak akan mundur
Menyongsong hari, berangan pasti
Mendapat jawaban suatu hari nanti
Subscribe to:
Posts (Atom)
RSS Feed
Twitter







